Hindari Polisi, Sindikat Penjual Tembakau Gorila Gunakan Bitcoin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya merilis peredaran tembakau gorila jaringan Surabaya. Konferensi pers berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 8 Februari 2020. TEMPO/Lani Diana

    Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya merilis peredaran tembakau gorila jaringan Surabaya. Konferensi pers berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 8 Februari 2020. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya baru saja membongkar sindikat pembuat dan pengedar narkoba jenis tembakau gorila jaringan Jakarta, Tangsel, Cirebon, dan Bandung.

    Untuk mengelabui aparat, sindikat ini memanfaatkan media sosial dalam menjual tembakau gorila racikan mereka.

    "Modus mereka komunikasinya menggunakan medsos yang ada di Instagram baik mereka chatting dan memesan biang bibit ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Jumat, 3 April 2020.

    Yusri mengatakan, para pelaku juga tak pernah mau untuk bertemu langsung dengan calon pembelinya. Mereka juga hanya mau transaksi dilakukan menggunakan uang elektronik Bitcoin agar keberadaannya tak ketahuan polisi.

    "Setelah uang diterima, mereka mengirim narkoba menggunakan jasa pengiriman barang yang dia kelabui dengan kotak kardus berisi makanan," kata Yusri.

    Aksi sindikat ini akhirnya terbongkar pada awal April 2020. Aksi mereka terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan sejak 17 sampai 31 Maret 2020. Dalam penyelidikan, polisi mendapati sindikat ini memilik pabrik berskala industri rumahan di 4 tempat yang berbeda.

    Polisi kemudian melakukan penggerebekan 4 pabrik itu secara bersama-sama pada awal April. "Total ada 12 tersangka yang kami amankan. Rinciannya di Tangerang 5 tersangka, berkembang di Jagakarsa 1 tersangka juga di Bandung Jawa Barat ada 3 tempat itu total ada 5 tersangka dan di Cirebon ada 1 tersangka," kata Yusri.

    Dari tangan para pelaku polisi menyita berbagai macam alat bukti, seperti misalnya alat untuk meracik tembakau gorila. Selain itu, polisi juga menyita 10 kilogram tembakau gorila jadi dan 7 kilogram bibit canabionid yang merupakan zat kimia untuk pembuatan tembakau gorila.

    Para tersangka saat ini masih ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Yusri mengatakan ke-12 tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU RI nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.