Tekan Wabah Corona, Pemkab Bekasi Siapkan 4 Lokasi Karantina

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membereskan rumah susun mahasiswa (Rusunawa) yang baru selesai dibangun di Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang terpapar virus Corona, Pemerintah Kota Tasikmalaya berencana menjadikan Rusunawa milik Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) dijadikan ruang isolasi pasien orang dalam pengawasan (ODP) Corona. ANTARA/Adeng Bustomi

    Pekerja membereskan rumah susun mahasiswa (Rusunawa) yang baru selesai dibangun di Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang terpapar virus Corona, Pemerintah Kota Tasikmalaya berencana menjadikan Rusunawa milik Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) dijadikan ruang isolasi pasien orang dalam pengawasan (ODP) Corona. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyiapkan empat lokasi untuk dijadikan tempat karantina bagi warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Langkah menyiapkan lokasi karantina diperlukan menyusul naiknya tren kasus Corona di wilayah tersebut.

    Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, mengatakan empat lokasi yang disiapkan adalah RSUD Cabangbungin, Balai Pelatihan Kesehatan milik Kemenkes RI di Lemahabang, serta Student Home President University dan President University Convention Center di Kawasan Jababeka, Cikarang Utara.

    "Sementara untuk yang positif di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah pusat, yakni RS Hasan Sadikin Bandung dan RS di Jakarta," kata Eka, Jumat, 3 April 2020. Empat lokasi itu menjadi alternatif tempat isolasi jika RSUD Kabupaten Bekasi di Kecamatan Cibitung serta 10 rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah daerah setempat tidak lagi mampu menampung warga berstatus ODP dan PDP.

    "Mudah-mudahan tidak terpakai karena saya berharap wabah ini segera hilang jadi tidak menambah daftar warga yang terdampak," tuturnya. Eka juga mengapresiasi peran aktif seluruh pihak termasuk dunia usaha dalam membantu pemerintah menangani wabah Corona. "Saya apresiasi Jababeka sebagai bentuk CSR-nya yang telah membantu pemerintah daerah menyediakan tempat karantina kesehatan," ucapnya.

    Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, mengatakan dua lokasi di Jababeka ini menyiapkan 300 tempat tidur yang akan ditempati oleh warga berstatus ODP. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan fasilitas lain seperti dapur umum dan tenaga kesehatan pendamping.

    "Saat ini semuanya sedang dipersiapkan, baik sarana dan prasarana, serta tenaga kesehatan yang nanti akan mendampingi mereka. Di RSUD Cabangbungin juga sedang kami siapkan 61 tempat tidur," tutur Alamsyah.

    Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi hingga Jumat, 3 April 2020 pukul 07.05 WIB tercatat 836 orang berstatus ODP sedangkan PDP berjumlah 183 orang.

    Sementara kasus terkonfirmasi positif Corona sebanyak 23 kasus di mana 15 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Lalu ada empat orang meninggal dunia, dan empat orang lainnya dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.