Corona, Pemkab Bogor Periksa Kendaraan dan Sidak Vila di Puncak

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setiap Kendaraan yang hendak memasuki kawasan Puncak diperiksa dan semprot disinfektan oleh petugas gabungan Pemkab Bogor di pos TMC Gadog, Ciawi dan perbatasan Puncak Cianjur, Kabupaten Bogor, Sabtu 4 April 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    Setiap Kendaraan yang hendak memasuki kawasan Puncak diperiksa dan semprot disinfektan oleh petugas gabungan Pemkab Bogor di pos TMC Gadog, Ciawi dan perbatasan Puncak Cianjur, Kabupaten Bogor, Sabtu 4 April 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan pemeriksaan kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak, Cisarua. Bupati Bogor Ade Yasin, mengatakan hal itu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

    "Kita kan gak tahu mereka tujuannya apa dalam kondisi seperti ini, jadi pemeriksaan ini dilakukan untuk meminimalisir pergerakan orang juga dan pencegahan penularan," kata Ade Yasin di Pos TMC Gadog, Sabtu 4 April 2020.

    Ade mengatakan upaya pemeriksaan atau penyekatan pun dilakukan serentak di semua wilayah se-Kabupaten Bogor, guna mengantisipasi banyaknya warga luar masuk ke Bogor. Pemeriksaan pun dilakukan dengan memeriksa suhu tubuh, pemberian masker dan handsanitizer, serta kendaraan mereka disemprot disinfektan sebelum kembali meneruskan perjalanan.

    Lalu jika ditemukan pengendara yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat, maka akan disuruh putar balik dan kembali ke asalnya. "Jadi kami lagi coba maksimalkan karantina desa atau siaga RW melawan corona, jangan sampai justru orang luar yang membawa dan menularkan penyakit ke warga," ucap Ade.

    Selain pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Puncak, Ade mengatakan juga akan memeriksa setiap vila yang ada di Puncak. Jika kedapatan ada penghuninya, maka vila tersebut akan diperiksa dan ditanya kegiatannya apa, seberapa lama dan maksud tujuan mereka berada di vila itu.

    Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah vila mewah milik mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi di Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin malam, 9 Maret 2020. Foto/MAKI

    Ade menyebut jangan sampai vila yang mayoritas milik orang luar Kabupaten Bogor itu, justru dijadikan tempat berlibur di saat pemerintah wilayahnya menggalakkan pembatasan pergerakan demi pencegahan dan penularan Covid-19. "Kemarin kita temukan ada warga India, langsung kita serahkan atau pulangkan ke konsulatnya dan selanjutnya pihak mereka yang ngurus," kata Ade.

    Selain di pintu masuk Gadog, penyekatan alur dan pemeriksaan dari arah Cianjur menuju Puncak, pun dilakukan dan dipimpin langsung oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan Cisarua. Koordinator Teknis, Mayor infanteri Haris, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk semua jenis kendaraan baik berplat B atau F dengan menerjunkan 100 personil gabungan.

    Haris menyebut kendaraan diberhentikan dan pengendara serta penumpangnya diperiksa di posko kesehatan, jika ada yang terindikasi corona semisal suhunya tinggi maka disuruh pulang kembali. "Yang ngetesnya orang Dinkes, kami bantu amankan dijalur. Juga ada pemeriksaan door to door nantinya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.