12 Hari, 519 Orang Diisolasi di RS Darurat Corona Wisma Atlet

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas petugas berpakaian APD di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. Pasien yang dirawat di RS ini terdiri dari 86 Pria dan 58 Wanita, sebanyak 9 pasien di antaranya dinyatakan positif corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Aktivitas petugas berpakaian APD di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. Pasien yang dirawat di RS ini terdiri dari 86 Pria dan 58 Wanita, sebanyak 9 pasien di antaranya dinyatakan positif corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak dibuka pada 23 Maret 2020, Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet terus menerima pasien rujukan dari sejumlah rumah sakit yang sudah penuh. Hingga hari ini, sebanyak 519 pasien terkait COVID-19 menjalani perawatan di sana. 

    "Jumlah pasien yg dirawat bertambah 23 org menjadi 519 orang," ujar Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) RS Darurat Corona Wisma Atlet, Laksamana Madya TNI Yudo Margono saat dihubungi, Sabtu, 4 April 2020.

    Yudo menjelaskan, 519 orang itu terdiri dari 190 pasien dalam pengawasan, 75 orang dalam pemantauan, dan pasien yang positif corona 254 orang. Para pasien itu merupakan rujukan dari berbagai macam rumah sakit, tak khusus dari rumah sakit rujukan pemerintah saja.

    "Masyarakat yang masuk ODP, dapat langsung saja datang ke situ, nanti keputusan tentang isolasi atau tidak, itu dari hasil pemeriksaan," ujar Yudo. 

    Seperti diketahui, jumlah masyarakat yang terinfeksi virus corona terus bertambah sejak kasus pertamanya diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Hingga hari ini, virus asal Wuhan, Cina itu telah menelan korban jiwa hingga 181 orang atau 10 persen dari 1.671 orang yang terinfeksi.

    Meningkatnya jumlah pasien itu membuat beberapa rumah sakit kewalahan dan tak bisa menampung pasien. Sehingga pemerintah pusat memutuskan memakai Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan hanya 5 dari 7 tower Wisma Atlet yang digunakan untuk Rumah Sakit Darurat. "Tower 6 dan 7 digunakan untuk menerima pasien yang indikasi positif dan dilakukan pemeriksaan. Kedua gedung juga dilengkapi perlengkapan seperti laboratorium termasuk ruang radiologi," ujar Hadi. 

    Selain itu, Hadi mengatakan di Tower 6 dan 7 juga disiapkan ruang isolasi ICU dan non-ICU. Kamar yang ada di dalam tower pun sudah dimodifikasi dan sesuai dengan standar rumah sakit. Salah satunya, kata Hadi, seluruh pendingin ruangan telah berstandar HEPA atau High Efficiency Particulate Air, sehingga udara yang masuk sudah dalam kondisi steril. 

    "Kemudian untuk pendukung tenaga medis itu disiapkan di Tower 1," ujar Hadi. 

    Adapun tenaga medis itu terdiri dari TNI, Polri, BUMN, gabungan RS swasta dan kelompok yang memiliki kemampuan untuk memberikan tenaganya terkait dengan perawatan COVID-19. Letak tower dokter dan perawat terletak cukup jauh dari ruang pasien. 

    Di RS Darurat Corona Wisma Atlet juga tersedia sebuah tower yang ditempati oleh anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, dan kelompok relawan. Mereka nantinya akan menempati Tower 3 yang berdekatan dengan gedung rawat inap pasien. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.