2.747 Warga Depok Ikut Rapid Test Corona, Ini Hasilnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok mengambil sampel darah pengguna kendaraan saat tes cepat (rapid test) virus Corona dengan sistem drive thru di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Ahad, 29 Maret 2020. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok mengambil sampel darah pengguna kendaraan saat tes cepat (rapid test) virus Corona dengan sistem drive thru di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Ahad, 29 Maret 2020. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Depok - Pemerintah Kota Depok menyatakan layanan rapid test corona Covid-19  sudah menjangkau 2.747 warga, termasuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

    Pemeriksaan tes corona ini menggunakan alat diagnostik cepat untuk mendeteksi infeksi virus corona penyebab COVID-19. 

    "Untuk perkembangan rapid test (pemeriksaan cepat), per tanggal 4 April 2020 total yang sudah rapid test sebanyak 2.747 orang," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan tertulis pemerintah kota, Senin 6 April 2020.

    Rapid test yang diikuti 1.050 PDP dan tenaga kesehatan di rumah sakit menunjukkan ada 67 orang yang diindikasikan terinfeksi virus corona.

    Rapid test di Laboratorium Kesehatan Daerah dilakukan terhadap 210 orang PDP, ODP dan tenaga kesehatan. Hasilnya menunjukkan ada 13 orang yang menurut indikasi terserang COVID-19.

    Sementara di puskesmas-puskesmas, pemeriksaan cepat sudah dilakukan pada 1.487 pasien dalam pengawasan, orang dalam pemantauan, dan tenaga kesehatan dan hasilnya ada 46 orang yang menunjukkan indikasi tertular virus corona.

    Idris mengatakan orang-orang yang menunjukkan indikasi terinfeksi virus corona menurut hasil pemeriksaan cepat akan diperiksa lebih lanjut untuk memastikan kondisinya.

    "Bagi yang positif dari hasil rapid test akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab dengan PCR. Direncanakan pada hari Senin 6 April 2020 akan dilakukan di Labkesda Kota Depok untuk 60 orang dan untuk rumah sakit akan dilakukan secara mandiri," katanya.

    Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, hingga Minggu 5 April, ada 64 orang yang dikonfirmasi positif COVID-19, 10 sudah sembuh dan delapan orang meninggal dunia.

    Selain itu ada 489 pasien dalam pengawasan dengan perincian 68 sudah selesai pengawasan dan 421 masih dalam pengawasan serta 2.056 orang dalam pemantauan dengan perincian 1.819 masih dalam pemantauan dan 237 sudah selesai pemantauan.

    Gugus Tugas juga memantau 368 orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona COVID-19 namun tidak mengalami gejala sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.