DKI Dorong Warga Jakarta Pakai Masker Kain, Bukan Masker Bedah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang memakai masker saat berada di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin, 6 April 2020. apabila tanpa masker maka tidak diizinkan untuk naik kendaraan umum. Kebijakan tersebut dilakukan sosialisasi mulai 6 April 2020 dan penegakan mulai dilaksakan 12 April 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah penumpang memakai masker saat berada di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin, 6 April 2020. apabila tanpa masker maka tidak diizinkan untuk naik kendaraan umum. Kebijakan tersebut dilakukan sosialisasi mulai 6 April 2020 dan penegakan mulai dilaksakan 12 April 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong masyarakat untuk menggunakan masker kain ketika berada di luar rumah.

    “Masyarakat tidak harus menggunakan masker bedah atau N95 yang sejatinya ditujukan untuk petugas medis. Untuk mengatasi kelangkaan masker, gunakanlah masker kain yang bisa dibuat sendiri untuk keperluan pribadi,” ujar Ketua II Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemprov DKI Jakarta Catur Laswanto di Balai Kota, Jakarta, Senin 6 April 2020.

    Menurut Catur, memakai masker menjadi salah satu langkah penting untuk menekan penularan virus penyebab COVID-19.

    Selain itu, pria yang juga menjabat Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Provinsi DKI Jakarta tersebut juga mengingatkan agar warga selalu menjaga jarak dengan orang lain.

    Jika tidak ada urusan yang sangat mendesak, masyarakat pun diminta dengan sangat untuk tetap di rumah.

    “Jangan keluar jika tidak perlu,” tutur Catur.

    DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah penderita virus corona COVID-19 terbanyak di Indonesia, dengan ada 1.268 pasien COVID-19 sampai Senin 6 April. Dari jumlah itu 67 di antaranya berhasil pulih dan 126 meninggal dunia.

    Terkait anjuran penggunaan masker kain itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 9 tahun 2020 tentang Penggunaan Masker untuk Mencegah Penularan COVID-19.

    Ada delapan poin yang ditekankan Anies dalam suratnya pada Sabtu 4 April 2020, yatu:

    1. Selalu menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah, tanpa kecuali.

    2. Menggunakan masker jenis kain minimal dua lapis yang dapat dicuci.

    3. Secara rutin mencuci masker kain yang digunakan dan harus dikerjakan setiap hari.

    4. Tidak membeli dan/atau menggunakan masker medis serta menyadari bahwa masker tersebut diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.

    5. Masyarakat dapat membeli atau membuat sendiri masker kain dua lapis sesuai kebutuhan masing-masing.

    6. Tetap mengutamakan berada di rumah, menjaga jarak aman, sering mencuci tangan dengan sabun dan melaksanakan etika batuk dan bersin secara benar.

    7. Bagi warga yang ingin membantu sesama warga maka disarankan mengadakan atau memproduksi serta membagikan masker kain.

    8. Pengurus wilayah yaitu RT/RW, kader PKK dan lainnya mengingatkan warga agar selalu menggunakan masker apabila keluar rumah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.