Sejumlah BEM Bantah Gabung Aliansi Jakarta Bersuara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga medis bersiap menuju lokasi Rumah Sakit yang menangani virus corona di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020. Pemprov DKI juga menyediakan 15 bus Transjakarta dan 50 bus sekolah khusus untuk keperluan antar-jemput para tenaga medis TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Tenaga medis bersiap menuju lokasi Rumah Sakit yang menangani virus corona di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020. Pemprov DKI juga menyediakan 15 bus Transjakarta dan 50 bus sekolah khusus untuk keperluan antar-jemput para tenaga medis TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa  atau BEM dari universitas di Ibu Kota membantah ikut bergabung dalam 'Aliansi BEM Jakarta Bersuara'. Satu di antaranya bahkan mengaku keluar dari Aliansi tersebut.

    Sebelumnya, Aliansi menggelar konferensi pers bertajuk "Lockdown Solusi atau Politisasi" pada 4 April 2020. Salah satu kritik Aliansi adalah pemberian fasilitas hotel mewah sebagai tempat menginap tenaga medis yang menangani pasien COVID-19. Seorang anggota Aliansi menanggapi hal itu sebagai tindakan berlebihan.

    BEM yang membantah tergabung dalam aliansi adalah BEM dari Universitas Trilogi, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Esa Unggul. Sedangkan BEM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka mengaku keluar dari Aliansi.

    Dalam unggahan surat di Instagram @bemtrilogi, pengurus menjelaskan bahwa orang yang mengikuti konferensi pers bersama Aliansi waktu itu merupakan demisioner Ketua BEM 2018. Dia bukan anggota aktif kepengurusan BEM Trilogi 2020.

    Selanjutnya foto unggahan surat di akun Instagram milik @bem.umj, menjelaskan bahwa pihak Aliansi tidak melakukan komunikasi dengan pengurus BEM UMJ.

    "Sangat menyayangkan narasi-narasi yang dibangun oleh aliansi tersebut dikarenakan tidak adanya pengkajian sebelumnya," bunyi kutipan surat pernyataan sikap yang diteken Presiden Presiden Mahasiswa UMJ periode 2020-2021, Mujiono Koesnandar.

    Berikutnya, foto unggahan surat pernyataan sikap dari akun Instagram @bemueu_official menyatakan bahwa BEM Universitas Esa Unggul tidak tergabung dengan Aliansi dan tidak pernah menjalin komunikasi.

    "Oknum yang mengaku mewakili BEM Esa Unggul bukan merupakan bagian dari BEM Esa Unggul," bunyi kutipan surat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Presiden Mahasiswa Universitas Esa Unggul periode 2019-2020, Rachmat Efendi.

    Sementara itu, akun Instagram @bemuhamka menyatakan keluar dari Aliansi BEM Jakarta Bersuara. "Mencabut pernyataan yang mengakibatkan polemik serta bertentangan dengan semangat UHAMKA dalam mendukung Pemerintah Pusat, PP Muhammadiyah dan Pemprov DKI Jakarta dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19," bunyi surat pernyataan yang diteken ole Presiden Mahasiswa UHAMKA, Zulfikar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.