Wali Kota Jaksel Minta Camat Sosialisasi Wajib Gunakan Masker

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang memakai masker saat berada di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin, 6 April 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat kebijakan terkait para penumpang MRT, LRT, dan Transjakarta yang wajib memakai masker untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah penumpang memakai masker saat berada di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin, 6 April 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat kebijakan terkait para penumpang MRT, LRT, dan Transjakarta yang wajib memakai masker untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengerahkan seluruh camat di wilayah untuk mensosialisasikan wajib pakai masker kepada masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan.

    Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengatakan kewajiban ini sesuai dengan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker untuk Mencegah Penularan Coronavirus Disease (COVID-19).

    "Rencananya Pemprov akan memproduksi masker yang akan dibagikan ke setiap penduduk DKI sesuai situasi dan kondisi yang ada," kata Marullah, Selasa, 7 April 2020.

    Pada berita sebelumnya disampaikan dalam rapat, bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memproduksi 20 juta masker yang akan dibagikan kepada warga.

    Menurut Marullah, hal tersebut masih dalam pembahasan baik terkait jumlah maupun mekanisme penyalurannya. "Untuk mekanisme pembagiannya karena masih dirapatkan, belum fix, masih mungkin ada perubahan," katanya.

    Marullah menyebutkan segala persoalan produksi masker dan mekanisme pembagiannya sepenuhnya menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta. "Kota Jakarta Selatan sejauh ini berupaya untuk melakukan pendataan dan mensosialisasikan semua bentuk kebijakan penanganan COVID-19 termasuk kewajiban menggunakan masker," kata Marullah.

    Marullah menekankan agar aparat di wilayah berkonsentrasi mensosialisasikan Seruan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nomor 9 Tahun 2020 dan terus menerapkan 'social atau physical distancing' guna mencegah penularan COVID-19.

    Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2020 yang ditandangani tanggal 3 April 2020 menyatakan peningkatan kasus COVID-19 di DKI memerlukan langkah bersama untuk mengurangi potensi penularan.

    Seruan tersebut sebagai respon atas terjadinya kekurangan persediaan masker medis untuk tenaga medis di Ibu Kota. Isi seruan memuat beberapa poin sebagai upaya memutus mata rantai penularan, yakni mengharuskan warga menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah, tanpa kecuali.

    Masyarakat dapat menggunakan masker kain minimal dua lapis yang dapat dicuci. Seruan Gubernur DKI Jakarta ini juga sesuai dengan rekomendasi WHO yang telah diperbaharui tentang kewajiban menggunakan masker untuk seluruh masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.