Tak Sanggup Bayar Cicilan, Sopir Taksi Online Tewas Gantung Diri

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang sopir taksi online bernama Juna Lismi nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena tak sanggup membayar cicilan kendaraannya. Menurut keterangan orang terdekatnya, korban sudah 2 bulan tidak melakoni pekerjaannya karena kesulitan mencari penumpang. 

    "Keterangan istri korban bahwa sebelumnya ada seorang laki laki yang datang ke rumahnya menagih cicilan kredit mobil dan setelah itu korban sering melamun karena sudah 2 bulan tidak narik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, Selasa, 7 April 2020. 

    Yusri mengatakan korban tidak memiliki pekerjaan selain menjadi sopir taksi online. Ketika orderan sepi, maka ia menjadi pengangguran di rumahnya yang berada di Cikarang, Bekasi. 

    Puncaknya pada Senin sore, 6 April 2020, korban menunjukkan gelagat aneh. Ia mencopot tali tambang yang biasa digunakan sebagai ayunan di dalam rumahnya. 

    Anak korban, Noval, yang curiga dengan gelagat itu kemudian membuntuti bapaknya. "Sewaktu diikutin, korban menyembunyikan tali tersebut," ujar Yusri. 

    Hingga selepas magrib, korban tidak terlihat di dalam rumah. Anak korban kemudian mencari sang ayah di sekitar rumah hingga ke bagian belakang. Ia kemudian terkejut karena melihat sang ayah sudah tergantung di dahan pohon sengon belakang rumah dengan tali tambang bekas ayunan. 

    Polisi kemudian datang dan melakukan olah TKP. Dari hasil penyelidikan sementara, korban sopir taksi online itu diduga melakukan bunuh diri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.