BMKG: Warga Pesisir Jakarta Waspada Rob Saat Supermoon Terbesar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak berenang di Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu, 11 Januari 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi ada tujuh wilayah di Jakarta Utara berpotensi terkena banjir rob akibat tingginya gelombang air laut.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Sejumlah anak berenang di Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu, 11 Januari 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi ada tujuh wilayah di Jakarta Utara berpotensi terkena banjir rob akibat tingginya gelombang air laut.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di daerah pesisir untuk mewaspadai kemungkinan rob menjelang fenomena supermoon terbesar tahun ini. Fenomena supermoon itu akan terjadi pada 8 April pukul 01.08 dinihari.

    "Diperkirakan akan ada banjir rob, menyusul fenomena supermoon," kata Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Hendra Suwarta melalui sambungan telepon dengan ANTARA di Jakarta, Selasa 7 April 2020.

    Kemunculan supermoon, yaitu posisi Bulan yang berada di titik terdekatnya dari Bumi, akan memberikan pengaruh terhadap kemungkinan pasang permukaan air laut.

    Pasang air laut tersebut, seperti yang terjadi pada setiap Bulan Purnama, sering kali menyebabkan rob yang dapat memengaruhi warga pesisir. "Banjir rob ini memang perlu diwaspadai," katanya.

    Namun, warga pesisir pada umumnya sudah mengetahui kemungkinan terjadinya rob setiap kali mendapat informasi tentang kejadian bulan purnama atau kemunculan supermoon.

    "Ya, di daerah yang biasanya kalau bulan purnama terjadi banjir rob, itu kan sudah rutin, daerah-daerah itu rutin terjadi banjir rob. Jadi umumnya warga sudah tahu," kata dia.

    Meski demikian, ia tetap mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat posisi Bulan yang diperkirakan akan berada di titik terdekatnya, maka kemungkinan rob diperkirakan akan lebih besar.

    "Imbauannya agar warga (pesisir) tetap hati-hati terhadap kemungkinan banjir rob menyusul adanya fenomena supermoon ini," katanya.

    Di titik terdekatnya dari Bumi, supermoon diperkirakan akan berjarak sekitar 356.910 kilometer (km) atau selisih sekitar 50 km dibandingkan dengan posisi terjauhnya, atau disebut juga dengan minimoon, yaitu sekitar 400.000 km.

    Selain terjadi pada 8 April, fenomena supermoon tahun ini terjadi juga pada 7 Maret dan 7 Mei 2020, dengan yang terbesar akan dapat disaksikan pada 8 April pukul 01.08 dinihari nanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.