Perampokan Toko Emas Saat Wabah Corona, Ini Kata Camat Kembangan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perampokan toko emas Cantik terjadi di Pasar Pecah Kulit, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat siang, 28 Februari 2020. Foto: Antara

    Perampokan toko emas Cantik terjadi di Pasar Pecah Kulit, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat siang, 28 Februari 2020. Foto: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta -Camat Kembangan Jakarta Barat Joko Mulyono menyayangkan toko non kebutuhan seperti toko perhiasan emas yang dirampok di Pasar Kemiri masih berjualan di tengah penanggulangan wabah Corona atau COVID-19.

    Joko pun menyarankan agar toko non kebutuhan menjual dagangannya dari rumah.

    "Untuk yang berjualan bukan kebutuhan pokok apalagi perhiasan, berdagang dari rumah saja. Takut mengundang niat jahat," ujar Joko di Jakarta, Selasa, 7 April 2020, terkait kasus perampokan toko emas itu.

    Joko juga mengimbau untuk pasar dan toko yang menjual kebutuhan pokok agar mencari cara daring, dengan menerima pesanan dari telepon atau pesan Whatsapp.

    Sebab di wilayah itu, dia masih menemukan warga yang tidak mengindahkan seruan Kapolri dan juga Gubernur DKI Jakarta agar tidak membuat keramaian atau kerumunan.

    Karena itu, Joko tengah berupaya dengan berembuk bersama para tokoh masyarakat setempat agar dapat mengatur masyarakatnya untuk tak membuat keramaian atau kerumunan di pasar.

    "Mereka mau rembukan mengatur cara agar tetap bisa berdagang tetapi tidak melanggar aturan," ujar dia.

    Pemprov DKI Jakarta sudah mendorong masyarakat, saat wabah Corona ini, untuk berbelanja kebutuhan pokok dari jarak jauh dengan melibatkan peran dari ojek dalam jaringan (daring) sebagai kurir pengantar barang pesanan warga.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.