Wabah Corona, Polantas Jaktim Bubarkan Kerumuman Pengendara Ojol

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan aturan perlindungan keselamatan dan perhitungan tarif ojek online (ojol) akan berlaku paling lambat pekan depan. Tempo/Tony Hartawan

    Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan aturan perlindungan keselamatan dan perhitungan tarif ojek online (ojol) akan berlaku paling lambat pekan depan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Personel Satuan Lalu Lintas Polresto Jakarta Timur membubarkan kerumunan pengendara ojek dalam jaringan (ojol) di sejumlah pangkalan dalam rangka pencegahan wabah Corona atau COVID-19, Rabu siang, 8 April 2020

    "Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polrestro Jaktim melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada ojol agar mewaspadai wabah Corona," kata Kasat Lantas Polrestro Jaktim AKBP Suhli di Jakarta, Rabu 8 April 2020.

    Kegiatan Operasi Keselamatan Jaya 2020 itu digelar di sekitar Jembatan Klender, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur dengan melibatkan puluhan personel.

    Petugas mendatangi sejumlah kerumunan pengendara ojek dan memberikan teguran serta imbauan terkait bahaya COVID-19.

    "Kita mencegah penyebaran virus COVID-19 kepada warga yang melintas untuk mengikuti program pemerintah untuk tidak mengadakan kegiatan sosial atau kumpul-kumpul. Masyarakat wajib menggunakan masker, menjaga kesehatan kebersihan dan jaga jarak aman, serta mengurangi kegiatan di luar rumah," kata Suhli.

    Petugas di lapangan juga membagikan selebaran terkait Maklumat Kapolri terkait mitigasi COVID-19 kepada pengendara ojek.

    "Kita juga mengatur lalu-lintas untuk mengantisipasi sepeda motor yang melawan arus," katanya.

    Suhli menambahkan sebagian personel juga disebar ke beberapa lokasi untuk melakukan pemantauan secara keliling. "Kami juga melaksanakan pemantauan keliling keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di depan Jembatan Klender," ujarnya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.