Polisi Selidiki APD Dibuang di Jagakarsa: Hazmat, Sarung Tangan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alat perlindungan diri (APD). ANTARA

    Ilustrasi alat perlindungan diri (APD). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki temuan alat pelindung diri atau APD berupa pakaian dekontaminasi atau hazmat dan sarung tangan yang dibuang oleh kendaraan di Jalan Moch Khafi, Jagakarsa.

    "Untuk APD, anggota masih meminta keterangan saksi-saksi yang melihat dan masih diselidiki untuk keterangan ambulans dari mana," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Budi Sartono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.

    Menurut Budi, dari keterangan awal saksi yang melihat ada dua mobil berhenti di lokasi kejadian penemuan APD yang dibuang ke selokan pinggir jalan tersebut.

    "Orang di dalam mobil tidak turun membuang baju APD itu, keterangan dari Ketua RW setempat dibuang ke selokan," kata Budi.

    Hingga saat ini, lanjut Budi, pihaknya masih melakukan pemeriksaan beberapa saksi terkait penemuan APD yang diduga bekas pakai dibuang oleh orang tidak dikenal.

    "Keterangan saksi apakah ada yang melihat nomor kendaraan dan segala macam masih kita telusuri," kata Budi.

    Video penemuan APD berupa hazmat berwarna putih lengkap dengan dua pasang sarung tangan berwarna biru di Jalan Moch Khafi, Jagakarsa viral di media sosial.

    Dalam video berdurasi 25 detik, pengambil video menyebutkan pembuang APD tersebut dua ambulans UGD yang tidak diketahui dari mana asalnya.

    Lokasi penemuan APD disebutkan di dekat rumah Ketua RW 06, Kampung Kandang, Jagakarsa pada Selasa malam, 7 April 2020..

    Sementara itu, Puskesmas Jagakarsa memastikan APD yang ditemukan di jalan Moch Khafi bukan berasal dari fasilitas kesehatan tersebut.

    Menurut Kepala Puskesmas Jagakarsa, Susilowati, kasus penemuan APD yang dibuang di selokan tersebut bisa ditelusuri menggunakan CCTV yang terdapat di wilayah tersebut. "Insya Allah enggak ambulans kita. Ambulans kita kan buat rujukan pasien," kata Susilowati.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.