Penerapan PSBB DKI, Kapolda Metro: Motor Dilarang Berboncengan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi Ojek Online saat membawa penumpang melintas di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa, 7 April 2020. Dalam aturan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah disetujui oleh Menteri kesehatan di DKI Jakarta, layanan Ojek Online (Ojol) dilarang mengangkut penumpang dan hanya diperbolehkan mengantar barang dan makanan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pengemudi Ojek Online saat membawa penumpang melintas di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa, 7 April 2020. Dalam aturan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah disetujui oleh Menteri kesehatan di DKI Jakarta, layanan Ojek Online (Ojol) dilarang mengangkut penumpang dan hanya diperbolehkan mengantar barang dan makanan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan ada beberapa ketentuan dalam berkendara yang harus dipatuhi masyarakat, sebagai bagian dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Salah satunya adalah kendaraan roda dua dilarang membonceng penumpang.

    "Untuk roda 2, tidak boleh ada berboncengan. Ini Jelas melanggar pshycal distancing, motor boleh 1 orang aja. Ini juga berlaku untuk ojek online," ujar Nana dalam siaran langsung di instagram Polda Metro Jaya, Rabu, 8 April 2020.

    Sedangkan untuk kendaraan mobil dan bus, Nana mengatakan jumlah penumpang hanya akan dibolehkan setengah dari kapasitas maksimal penumpang kendaraan. Misal untuk mobil berjenis minibus yang berkapasitas 6 - 7 orang, maka hanya boleh diisi maksimal 3 orang saja.

    "Untuk detail aturannya (termasuk sanksi) kami masih menunggu Pergub," ujar Nana.

    Seperti diketahui, mulai Jumat depan Pemprov DKI akan memberlakukan PSBB yang akan berlaku selama 14 hari dan dapat diperpanjang jika masih ditemukan penyebaran infeksi virus tersebut. Saat ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih menyiapkan Pergub untuk penerapan PSBB.

    Beberapa hal yang dilarang dalam penerapan status tersebut, seperti berkerumun lebih dari 5 orang, berboncengan saat naik motor, hingga tak mengenakan masker saat naik transportasi umum. Status diberlakukan karena angka penularan virus corona terus melonjak.

    Per hari ini saja, menurut data dari corona.jakarta.go.id, jumlah masyarakat yang positif corona di Indonesia mencapai 2.738 orang dengan 1.552 di antaranya berada di Jakarta. Lalu sebanyak 221 orang atau 8 persen dari total kasus nasional meninggal dunia dan 204 orang atau 7 persen dinyatakan sembuh dari virus ini.

    "Sebanyak 2.313 atau 85 persen di antaranya dirawat di rumah sakit," bunyi pengumuman di laman resmi milik Pemprov DKI tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.