Anies Baswedan Soal Glenn Fredly: Musisi yang Aktivis

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Glenn Fredly memberikan keterangan dalam konfrensi pers penyelenggaraan Soulcial Fest di Hotel Aston Priority, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Soulcial Fest 2019 akan dihelat pada 6 Juli 2019 di Ballroom Kuningan City. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Glenn Fredly memberikan keterangan dalam konfrensi pers penyelenggaraan Soulcial Fest di Hotel Aston Priority, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Soulcial Fest 2019 akan dihelat pada 6 Juli 2019 di Ballroom Kuningan City. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pendapatnya tentang sosok mendiang musisi Glenn Fredly Deviano Latuihamallo. Pendapat itu dituliskan dalam kolom caption atau keterangan di unggahan akun Instagram @aniesbaswedan.

    "Kejernihan itu mengalir dari hati yang indah. Dari hati itu pula gerak kepedulian memancar. Jadilah ia musisi yang aktivis," kata Anies pada Kamis dini hari, 8 April 2020.

    Berbarengan dengan tulisan itu, Anies Baswedan mengunggah sebuah swafoto bersama Glenn Fredly. Keduanya tampak tersenyum menghadap ke kamera.

    "Ia memilih repot, memilih terjun langsung: memilih rute tak biasa. Itulah yang membuatnya jadi penjuru, jadi rujukan. Itulah Glenn!," tulis Anies.

    Anies mengatakan, Glenn Fredly selalu membicarakan masyarakat di setiap obrolan. Menurut dia, lelaki kelahiran 30 September 1975 tersebut tak pernah ngobrol kosong dan selalu berproduksi aksi.

    "Telah dicukupkan usianya, tapi karyanya, kepeduliannya, semangatnya dan suaranya akan selalu bersama Indonesia, bersama kita semua, selamat jalan Glenn," kata Anies.

    Glenn Fredly menghembuskan nafas terakhirnya Rabu petang, 8 April 2020 pukul 18.00 di Rumah Sakit Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan. Musisi berumur 44 tahun tersebut meninggal karena sakit radang selaput otak atau meningitis yang dideritanya.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.