IDI Terjunkan 2.500 Tenaga Medis Muda Lawan Corona

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis berjalan membawa makanan di hotel Cempaka, Jakarta, Jumat, 3 April 2020. Kebijakan itu dilakukan pihak Jaktour karena tim medis yang bertugas menangani COVID-19 kerap mendapat perlakuan diskriminatif dari lingkungan masyarakat tempat mereka tinggal karena takut akan menularkan wabah corona. ANTARA/Nova Wahyudi

    Petugas medis berjalan membawa makanan di hotel Cempaka, Jakarta, Jumat, 3 April 2020. Kebijakan itu dilakukan pihak Jaktour karena tim medis yang bertugas menangani COVID-19 kerap mendapat perlakuan diskriminatif dari lingkungan masyarakat tempat mereka tinggal karena takut akan menularkan wabah corona. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengerahkan 2.500 tenaga medis berusia muda untuk menangani pasien Corona. "Karena yang muda memiliki imun tubuh yang baik," kata Ketua Tim Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Timur, Tedy Harto, Kamis, 9 April 2020.

    Pengerahan tenaga medis yang ada di IDI akan disalurkan secara bergelombang ke sejumlah tempat pelayanan kesehatan di Jakarta Timur. Pada tahap awal akan dikerahkan 2.000 hingga 2.500 tenaga medis.

    Jumlah itu akan ditambah sesuai kondisi di lapangan. "Tim medis yang akan dikerahkan sebelumnya kami berikan pembekalan dengan matang dan kami seleksi yang muda-muda," tutur Tedy.

    Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, M Anwar, telah menyiapkan fasilitas isolasi bagi warga yang terdampak COVID-19. Fasilitas tersebut berada di Asrama Haji, RS Haji Pinang Ranti, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan H Naman Pondok Kelapa dan Kantor Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Timur.
    "Secara umum kami siap dengan sarana prasarana penanganan COVID-19," kata Anwar.

    Anwar mengatakan fasilitas isolasi dan tenaga medis disiapkan untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 360 Tahun 2020 yang mendelegasikan kewenangan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di wilayah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

    Ikatan Dokter Indonesia telah mengonfirmasi kesiapan 4.000 tenaga medis untuk kebutuhan perawatan pasien Corona di Jakarta Timur. "IDI mengatakan ada 4.000 tenaga medis yang siap dikerahkan untuk wilayah Jakarta Timur, dengan syarat ketentuan untuk menangani pasien COVID-19," tutur Anwar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.