PMI Jaksel Beri Paket Sembako bagi Donor Darah Saat Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota PPSU mengantre di Unit Donor Darah (UDD) PMI Jakarta Selatan untuk mendonorkan darahnya, Kamis, 9 April 2020. ANTARA/HO-PMI Jakarta Selatan

    Sejumlah anggota PPSU mengantre di Unit Donor Darah (UDD) PMI Jakarta Selatan untuk mendonorkan darahnya, Kamis, 9 April 2020. ANTARA/HO-PMI Jakarta Selatan

    TEMPO.CO, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan memiliki trik khusus untuk mengatasi kekosongan stok darah dengan membagikan paket sembako kepada donor darah.

    "Mulai hari ini, bagi 20 donor pertama akan mendapatkan paket pangan pokok," kata Humas PMI Jakarta Selatan Dedet Mulyadi saat dihubungi di Jakarta, Kamis 9 April 2020.

    Dedet mengatakan, pembagian paket sembako berisi beras 5 liter, minyak goreng satu kilogram (kg) dan kecap itu sebagai stimulus (rangsangan) untuk mendatangkan donor darah. PMI mengalami kekurangan stok darah sejak wabah COVID-19.

    Stimulus tersebut mampu mengundang banyak pendonor datang ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Jakarta Selatan. "Alhamdulillah hari ini membludak yang datang, sampai pukul 12.20 sudah lebih 50 orang yang donor," kata Dedet.

    Kebanyakan donor darah tersebut merupakan wajah-wajah baru, bukan donor tetap yang rutin menyumbangkan darahnya di PMI Jakarta Selatan.

    Pada Kamis pagi, pasukan oranye atau Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) datang beramai-ramai mendonasikan darahnya.

    Selama proses transfusi darah dilakukan, PMI Jakarta Selatan menerapkan social distancing atau physical distancing untuk mencegah penularan COVID-19.

    "Tentu kami batasi yang masuk, kita lakukan jaga jarak juga, kita atur supaya kegiatan kemanusiaan ini tetap berjalan dengan aman," kata Dedet.

    Menurut Dedet, ide pemberian paket pangan pokok ini datang dari Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji yang prihatin dengan berkurangnya stok darah di PMI.

    "Ide pak wakil wali kota, bantuan paket pangan bukan berasal dari anggaran pemerintah, tapi pak wakil yang menggalang donasi dari mitra," kata Dedet.
    Pembagian paket pangan pokok ini rencananya  berlangsung hingga pekan depan sesuai dengan kapasitas paket yang disediakan oleh donatur.

    Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji saat dihubungi mengatakan ide tersebut muncul karena prihatin dengan PMI kekurangan stok darah. 

    Banyak pasien di luar penderita COVID-19 membutuhkan transfusi darah. Namun jumlah donor berkurang karena adanya kebijakan social distancing ataupun physical distancing yang menganjurkan orang untuk tidak keluar rumah.

    "Kebetulan ada donatur membagikan 200 paket, kita adakan stimulus seperti ini, kasihan rumah sakit kekurangan stok darah," kata Isnawa.

    Berdasarkan laporan PMI Jakarta Selatan, stok darah pada 6 April, yakni golongan darah A sebanyak 1 kantong, golongan darah B sebanyak 2 kantong, golongan darah O satu kantong dan golongan AB masih kosong.

    Pada 7 April 2020, stok darah di PMI Jaksel untuk golongan darah A sebanyak 10 kantong, golongan daran B sebanyak 18 kantong, golongan darah AB sebanyak lima kantong dan golongan darah O sebanyak 30 kantong.

    Tanggal 8 April 2020 stok darah golongan A sebanyak 10 kantong, golongan darah B satu kantong dan golongan darah O 23 kantong. Sedangkan golongan darah AB masih kosong sehingga PMI masih menunggu donor darah yang bersedia menyumbangkan darahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.