Diduga Curi Uang Kotak Amal, Pemuda Ini Mengaku ODP Covid-19

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian kotak amal. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ilustrasi pencurian kotak amal. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pemuda ditangkap warga Petukangan setelah terekam kamera closed circuit television (CCTV) diduga mencuri uang kotak amal di Mushola As Syukur, Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

    Kapolsek Pesanggrahan Kompol Rusiana Nurwidajati membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pemuda tersebut sudah diserahkan ke Polsek untuk pemeriksaan.

    "Jadi bukan ditangkap polisi, tapi diamankan oleh warga, sekarang sudah ada di Polsek untuk dimintai keterangan," kata Rusiana.

    Menurut Rusiana, pihaknya cukup hati-hati melakukan pemeriksaan terhadap pemuda tersebut karena nominal uang yang dicurinya kurang dari Rp100 ribu. Pemuda itu, kata dia, juga sempat mengaku sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

    Keterangan ini didapat dari Ketua RW setempat saat meminta keterangan pemuda tersebut setelah ditangkap warga. Sebelumnya, rekaman pemuda tersebut juga sempat beredar viral di media sosial.

    Pada saat diamankan warga, pemuda yang belum diketahui identitasnya tersebut mengaku-ngaku sebagai ODP, diduga untuk menghindar agar tidak dibawa ke kantor polisi.

    Menurut Rusiana, Ketua RW mengatakan jika pemuda itu COVID-19 akan dikarantina di rumah sakit, tapi jika tidak maka akan dilepas.

    "Karena pak RW bilang gitu, dia langsung bilang 'saya enggak Covid'. Intinya dia enggak mau dibawa ke kantor polisi, tapi tidak bisa bilang gitu juga ini sedang kami dalami," kata Rusiana.

    Selain itu, Polsek Pesanggrahan berencana akan meminta bantuan pihak Puskesmas untuk ikut memeriksa status kesehatan pemuda tersebut sebagai upaya antisipasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.