Perusahaan Otobus di Terminal Pulogebang Tutup Jelang PSBB

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemudik menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Para pemudik menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mayoritas Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur memutuskan menutup operasional. Sebanyak 54 dari total 96 perusahaan tutup menjelang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Jumat, 10 April 2020.

    "PO ini tutup karena penumpang sudah menurun. Biasanya hari normal bisa sampai 3.000 orang, akhir pekan 6.000 orang. Sekarang cuma 400 penumpang per hari," kata Kasatpel Operasional Terminal Pulogebang, Afif M, di Jakarta, Kamis, 9 April 2020.

    Menurut Afif, petugas Terminal Pulogebang bersama instansi terkait telah melakukan sosialisasi terkait PSBB Jakarta kepada penumpang, pengusaha PO, hingga pegawai. Salah satu fokus sosialisasi adalah pembatasan jumlah penumpang 50 persen dari total kapasitas setiap unit bus. "Misalnya bus punya 32 kursi, berarti cuma boleh dipakai 16 orang," sebut Afif.

    Selain itu operasional bus umum juga dibatasi mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Meskipun petunjuk teknis pelaksanaan PSBB Jakarta masih dalam pembahasan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta namun sosialisasi tetap berjalan. "Sebagian PO yang tutup ada pula yang menjual tiket secara online dengan kapasitas 50 persen kursi," tutur Afif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.