Ada 14 Maskapai Masih Beroperasi di Bandara Soekarno - Hatta

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskapai penerbangan ramai-ramai menawarkan tarif diskon untuk menggairahkan pariwisata dan bisnis penerbangan. Foto: @taoyuanairport

    Maskapai penerbangan ramai-ramai menawarkan tarif diskon untuk menggairahkan pariwisata dan bisnis penerbangan. Foto: @taoyuanairport

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan hingga saat ini sebanyak 14 maskapai penerbangan masih beroperasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari kondisi normal.

    Sejumlah maskapai internasional memutuskan untuk menghentikan operasional sebagai dampak dari pandemi global Covid-19,” kata Awaluddin dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2020. Ia mengatakan Bandara Soekarno - Hatta sejak 1 April 2020 telah beroperasi dengan status operasi minimum.

    Implementasinya adalah pembatasan operasional Terminal 1 dengan hanya membuka Sub Terminal 1A dan di Terminal 2 dengan hanya membuka Sub Terminal 2D dan 2E di Bandara Soekarno Hatta. Meski begitu, Terminal 3 tetap dibuka dengan penuh.

    Di Terminal 1 Bandara Soekarno - Hatta, maskapai yang beroperasi adalah Lion Air, Trigana Air, dan Airfast. Sementara di Terminal 2 adalah Batik Air, Sriwijaya Air, NAM Air, dan Citilink. Terakhir, di Terminal 3, maskapai yang beroperasi yaitu Garuda Indonesia domestik dan internasional, China Airlines, EVA Air, Japan Airlines, Qatar Airway, Singapore Airlines, Asiana Airlines

    Menurut dia, operator transportasi publik seperti Damri juga telah melakukan penyesuaian dengan mengurangi sekitar 50 persen armadanya. Pengurangan itu berdampak pada waktu kedatangan bus yang menjadi lebih lama.

    Adapun PT Railink telah menghentikan sementara operasional Kereta Bandara Soekarno - Hatta. Frekuensi perjalanan kereta sudah dikurangi secara bertahap, di mana pada 1-18 Maret 2020 terdapat 70 perjalanan, lalu dikurangi hingga hanya 4 perjalanan pada 10-11 April 2020. Operasional kereta pun disetop sementara mulai 12 April hingga 31 Mei 2020.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.