Dentuman Terdengar di Jakarta dan Depok, PVMBG: Bukan dari Erupsi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap di Selat Sunda, Senin, 20 April 2015. Kegiatan vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak lahir pada 1930 hingga 2000, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali, baik secara eksplosif maupun efusif. Dari beberapa letusan tersebut, umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap di Selat Sunda, Senin, 20 April 2015. Kegiatan vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak lahir pada 1930 hingga 2000, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali, baik secara eksplosif maupun efusif. Dari beberapa letusan tersebut, umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Netizen ramai mencuit soal dentuman yang terdengar di sebagian Jakarta hingga Depok, yang diduga berasal dari erupsi Anak Krakatau.    

    "Suara erupsi Anak Krakatau kedengeran sampai Tanah Kusir," kata sutradara film Joko Anwar melalui akun twitternya di Jakarta, Sabtu 11 April 2020.

    Cuitan Joko Anwar itu kemudian mendapat tanggapan ratusan warganet lainnya.

    Joko mengira awalnya suara dentuman tersebut, karena ada orang yang sedang bermain drum.

    Pesinetron Enzy Storia juga menuliskan cuitan di akun twitternya, karena mendengar suara dentuman. "Ini rumah gue dari tadi kayak kedengeran suara dentuman, ya Allah ada apa lagi," cuitnya.

    Warganet lain juga membahas terkait suara dentuman tersebut. Hingga Sabtu pagi, tagar dentuman dicuitkan ribuan kali oleh warganet dan menduduki trending Indonesia nomor dua di twitter.

    Namun Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyebut suara dentuman yang ramai dibahas di media sosial bukan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

    "Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan dihubungi di Jakarta, Sabtu.

    Menurut dia, erupsi gunung berapi yang terletak di Selat Sunda dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung itu hanya mengeluarkan semburan ketinggian berkisar 500 meter.

    Ia menyebut letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Jumat malam 10 April uga bukan merupakan letusan eksplosif dan hanya semburan sehingga tak menimbulkan bunyi dentuman. "Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja," ujarnya pula.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.