Pengungsi Kebakaran di Taman Sari Wajib Ikuti Protokol COVID-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria menyiram bangunan rumahnya yang hangus terbakar di kawasan Pinangsia, Tamansari, Jakarta, Ahad, 19 April 2020. ANTARA/Nova Wahyudi

    Seorang pria menyiram bangunan rumahnya yang hangus terbakar di kawasan Pinangsia, Tamansari, Jakarta, Ahad, 19 April 2020. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Camat Taman Sari, Risan Mustar, mengatakan petugas telah mengecek suhu tubuh warga yang menjadi korban kebakaran di Taman Sari, Jakarta Barat. Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan sebelum warga tinggal di tempat pengungsian.

    Risan menyatakan ada sekitar 300 pengungsi yang terbagi di dua lokasi. "Alhamdullilah selama ini masih normal, 36 dan 37 derajat celcius ke bawah (suhu tubuh)," kata Risan saat dihubungi, Senin, 20 April 2020.

    Menurut dia, seluruh pengungsi harus mengikuti protokol kesehatan penanganan COVID-19. Itu artinya, Risan menambahkan, warga harus menggunakan masker di tempat pengungsian. Namun di sisi lain, ia menyebut, tak semua pengungsi memiliki masker.

    Risan mengatakan petugas masih menyimpan masker cadangan di posko kebakaran yang akan dibagikan. "Karena kalau sudah keluar rumah harus menggunakan masker," ucap dia.

    Risan mengimbau kepada warga yang mengungsi untuk menjaga jarak fisik atau menerapkan physical distancing di tempat pengungsian. Tujuannya agar menekan penularan virus Corona.

    Sebelumnya, kebakaran besar terjadi di Jalan Lada Dalam, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari pada Sabtu malam, 18 April 2020. Dalam insiden itu si jago merah telah menghanguskan 50 rumah warga. Namun tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Taman Sari.

    LANI DIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H