PSI Persoalkan DKI Bayar Uang Komitmen Formula E Rp 200 M

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi pebalap Sean Gelael didalam mobil BMW i8 Roadster ketika mengikuti konvoi mobil listrik melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Anies mengatakan bahwa Formula E akan dimanfaatkan untuk ajang kampanye Jakarta sebagai kota bebas emisi. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi pebalap Sean Gelael didalam mobil BMW i8 Roadster ketika mengikuti konvoi mobil listrik melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Anies mengatakan bahwa Formula E akan dimanfaatkan untuk ajang kampanye Jakarta sebagai kota bebas emisi. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta mempersoalkan pembayaran biaya komitmen atau commiment fee penyelenggaraan Formula E pada 2021 oleh pemerintah DKI. Anggota PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, mengatakan pemerintah sudah membayar Rp 200 miliar dari total tagihan Rp 396 miliar.

    "Balapan tahun 2020 ini saja belum jelas apakah akan dilaksanakan, kok malah sudah bayar commitment fee untuk balapan tahun depan 2021," kata Anggara dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 April 2020.

    Data itu diperoleh dari laman dashboard-bpkd.jakarta.go.id. Realisasi belanja Dinas Pemuda dan Olahraga DKI hingga 15 April menunjukkan telah dibayarkan uang commitment fee senilai Rp 200,3 miliar.

    Menurut Anggara, uang itu dikucurkan kepada Formula E Operations Limited (FEO) selaku pemilik lisensi balap Formula E pada Februari 2020. Uang itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) DKI 2020.

    ADVERTISEMENT

    "Memang pada Februari belum ada status darurat bencana Covid-19, tapi sejak Februari itu Gubernur DKI Jakarta sudah banyak komentar soal Covid-19," ucap Wakil Ketua Komisi E Bidang Kesra DPRD DKI ini.

    Padahal, dia menambahkan, uang commitment fee Formula E dapat dialihkan untuk membiayai penyediaan bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta. Anggara mempertanyakan sikap pemerintah DKI yang memprioritaskan ajang balap ketimbang penyediaan bansos.

    "Jangan sampai untuk balapan mobil uangnya ada, tapi giliran bansos uang tidak ada. Saya dapat laporan sampai sekarang masih ada ratusan ribu warga Jakarta tidak dapat bansos," jelas dia.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menunda penyelenggaran balap mobil listrik yang semula direncanakan berlangsung di Jakarta pada 6 Juni. Penundaan itu diumumkan melalui surat dengan nomor 117/-1.857.73. Surat yang diterbitkan pada 9 Maret 2020 itu ditujukan kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix yang diberi keterangan Penundaan Formula E.

    Rencananya, penyelenggaraan Formula E di Ibu Kota berlangsung lima tahun berturut-turut hingga 2024. PSI mencatat pemerintah DKI telah membayar commitment fee menjadi tuan rumah Formula E 2020 sebanyak Rp 360 miliar pada akhir Desember tahun lalu.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.