Ini Fasilitas Relaksasi buat Relawan RS Darurat Wisma Atlet

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruangan Instalasi Gawat Darurat, Rumah Sakit Darurat Corona di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. TEMPO/M Rosseno Aji

    Ruangan Instalasi Gawat Darurat, Rumah Sakit Darurat Corona di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Para relawan medis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta menerima  berbagai fasilitas untuk menghilangkan penat usai merawat ratusan pasien COVID-19. Menurut perawat Steven Stallone August, salah satu fasilitas yang disiapkan adalah karaoke.

    "Kami disuplai dengan baik oleh pemerintah baik berupa makan dan minum. Walau kadang ada beberapa hal yang kurang mengenakkan di hati, kita maklumi saja namanya juga darurat," kata Steven dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu 29 April 2020.

    Perawat yang bertugas di ruangan ICU Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet itu juga mengatakan mendapatkan berbagai fasilitas untuk melepas penat setelah merawat pasien dalam pengawasan(PDP) dan mereka yang sudah positif terinfeksi COVID-19.

    Beberapa fasilitas itu antara lain untuk berolahraga seperti tenis meja dan bulu tangkis. Selain itu terdapat scooter yang membuat mereka bisa berkeliling kompleks Wisma Atlet dan fasilitas karaoke.

    Steven adalah perawat yang berasal dari Surabaya yang mendapatkan informasi soal pembukaan penerimaan relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dari seorang teman yang sudah bertugas duluan di RS Darurat Corona Wisma Atlet.

    "Sempat terpikir takut untuk mendaftar karena katanya berbahaya. Pada dasarnya insting saya sebagai perawat kapan saya bisa turun menangani wabah skala internasional secara langsung," kata dia.

    Setelah beberapa kali tertunda, dia akhirnya berhasil lolos pendaftaran relawan medis dan terbang dari Surabaya ke Jakarta untuk menjalani tes kesehatan.

    Sejak saat itu dia bertugas untuk memastikan kondisi pasien positif COVID-19 dan PDP yang dirawat di ruang ICU, unit untuk pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

    Tugas Steven sendiri masih panjang. Bulan depan dia harus menjalani karantina selama 14 hari sebelum harus kembali bertugas selama sebulan.

    Sejauh ini, menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, sudah terdapat 28.900 orang yang terdaftar sebagai relawan dengan 5.500 di antaranya mendaftar sebagai relawan medis di RS Darurat Corona Wisma Atlet kemayoran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.