Giliran Lapangan Bola Simprug Disulap Jadi Rumah Sakit COVID-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertamina membangun lapangan bola Simprug seluas 22.700 meter persegi menjadi Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 di Jakarta, 30 April 2020. Dalam pekerjaannya, rumah sakit ini sudah memasuki progress pekerjaan 35 persen sejak awal dimulainya pekerjaan pada 22 April 2020 yang lalu, dan direncanakan akan mulai beroperasi pada 1 Juni 2020 mendatang. Dok.Pertamina

    Pertamina membangun lapangan bola Simprug seluas 22.700 meter persegi menjadi Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 di Jakarta, 30 April 2020. Dalam pekerjaannya, rumah sakit ini sudah memasuki progress pekerjaan 35 persen sejak awal dimulainya pekerjaan pada 22 April 2020 yang lalu, dan direncanakan akan mulai beroperasi pada 1 Juni 2020 mendatang. Dok.Pertamina

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina menyiapkan lapangan bola Simprug di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, sebagai rumah sakit COVID-19. RS darurat itu akan dibangun di atas lahan lapangan seluas 22.700 meter persegi.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan, rumah sakit darurat COVID-19 di lapangan bola Simprug merupakan extension dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). Seluruh pembangunan dan penyediaan alat kesehatan serta tenaga medis berada dalam pengawasan RSPP.

    “Tahapan pembangunan meliputi konstruksi fisik, penyediaan alat kesehatan (alkes), tenaga medis, IT dan setup Alkes” jelas Fajriyah di Jakarta, Kamis, 30 April 2020.

    Menurut Fajriyah, rencananya RS Darurat COVID-19 ini memiliki kapasitas 300 bed yang terdiri dari 153 bed non ICU, 31 bed ICU, 19 bed HCU dan 10 Bed IGD, dan yang utama adalah bahwa seluruh ruangan di RS Darurat COVID 19 ini di lengkapi negative pressure dan filter hepa sehingga udara yang dilepaskan keluar rumah sakit tetap aman untuk lingkungan.

    Fajriyah menambahkan, rumah sakit darurat Pertamina ini tetap menyiapkan fasilitasnya untuk memberikan layanan yang prima.

    Walaupun darurat, fasilitas yang dibangun mengikuti standard rumah sakit pada umumnya, dari mulai ruang dokter, ruang perawat, nurse station, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium(PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi, hingga ruang dekontaminasi.

    “Dalam rumah sakit ini disediakan pula fasilitas peralatan canggih seperti CT Scan 32 /64 slice, CCTV 2 arah hingga central monitor,” imbuh Fajriyah.

    RS Darurat corona ini sudah memasuki progres pekerjaan 35 persen sejak awal dimulainya pekerjaan pada 22 April 2020. Direncanakan RS khusus COVID-19 ini mulai beroperasi pada 1 Juni 2020. Sebelumhya, Pertamina juga mengubah RS Pertamina Jaya menjadi RS khusus COVID-19. 

    Konstruksi pembangunan rumah sakit darurat khusus COVID-19 dilaksanakan oleh Patra Jasa, sementara pengadaan fasilitas kesehatan dan perlengkapan rumah sakit modular ini, termasuk penyediaan SDM untuk tenaga medis dilakukan oleh Pertamina Bina Medika IHC.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.