Hari Buruh, Pemkot Jaksel Sambut Buruh Tak Turun ke Jalan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa buruh perempuan melakukan aksi di depan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2020. Dalam aksi ini para buruh menyampaikan penolakan terhadap Omnibus Law sekaligus memperingati Hari Perempuan Sedunia 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Massa buruh perempuan melakukan aksi di depan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2020. Dalam aksi ini para buruh menyampaikan penolakan terhadap Omnibus Law sekaligus memperingati Hari Perempuan Sedunia 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengapresiasi langkah buruh tidak melakukan aksi unjuk rasa turun ke jalan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, Jumat, 1 Mei 202.

    Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudin Nakertrans) Jakarta Selatan, Sudrajat mengatakan sikap buruh tersebut telah mendukung upaya pemerintah dalam penanganan wabah COVID-19.

    "Saya beranggapan sikap buruh tersebut sangat bagus, karena memang kondisi saat ini prihatin, kita harus sama-sama menahan diri dalam artinya semua berharap pandemi Corona ini cepat berlalu, supaya kita bisa beraktivitas dan berkarya seperti dulu lagi," kata Sudrajat.

    Menurut Sudrajat, Pemkot Jakarta Selatan awalnya telah menyiapkan program peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2020 dengan menggelar 'talkshow' untuk para serikat pekerja dan pekerja. Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya setiap tanggal 1 Mei.

    ADVERTISEMENT

    Talkshow tersebut mengangkat isu terkini yang dihadapi dunia kerja, salah satunya isu tahun ini tentang kebijakan Omnibuslaw yang menuai pro dan kontra di lapangan.

    Namun, lanjut Sudrajat, kegiatan tersebut dibatalkan karena terkendala pandemi COVID-19 dengan adanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang melarang aktivitas pengumpulan orang banyak.

    "Mau tidak mau agenda itu kita batalkan, karena ada aturan PSBB semua kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa kita hindari karena kondisi yang tidak memungkinkan ini," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.