RS Wisma Atlet Rawat 831 Pasien COVID-19, Ini Pertambahannya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim dokter memeriksa awal pasien terkait wabah corona atau COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu 28 Maret 2020. (ANTARA/HO/Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet)

    Tim dokter memeriksa awal pasien terkait wabah corona atau COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu 28 Maret 2020. (ANTARA/HO/Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga Ahad pagi, 3 Mei 2020, sebanyak 831 pasien terkait COVID-19 dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) RS Darurat Wisma Atlet, Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan jumlah itu terdiri dari 498 pasien pria dan 333 pasien wanita.

    Menurut Yudo, dari 831 pasien, sebanyak 739 di antaranya positif terinfeksi COVID-19, 33 orang pasien dalam pengawasan (PDP), serta 59 orang dalam pemantauan (ODP). Yudo menjelaskan, jumlah pasien rawat inap itu bertambah 15 orang dibandingkan dengan Sabtu, 2 Mei 2020. 

    Adapun pasien positif COVID-19 juga mengalami peningkatan, dari kemarin 724 menjadi 739. Sementara itu, jumlah PDP dan ODP tak berubah sejak kemarin.

    Sejak 23 Maret 2020 lalu, RSD Wisma Atlet telah merawat 1851 orang terkait COVID-19.

    Sebanyak 86 orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit lain, 683 orang diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumahnya, serta 3 orang meninggal dunia. Sebanyak 22 pasien juga pulang atas permintaan sendiri.

    Rumah sakit darurat Corona mulai beroperasi pada 23 Maret 2020 untuk mengantisipasi jumlah pasien Corona yang terus bertambah. RS menempati dua gedung Wisma Atlet dengan daya tampung sekitar 3.000 pasien.

    Fasilitas rumah sakit Wisma Atlet terdiri dari ruangan rawat inap dan juga ruangan untuk mengisolasi pasien COVID-19. Rumah sakit ini didesain untuk merawat pasien dengan kondisi ringan hingga sedang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-ciri Berbohong, Perhatikan Bahasa Tubuh Bukan Kata-katanya

    Bahasa tubuh bisa mencerminkan apakah orang tersebut sedang berbohong atau tidak. Berikut ciri-cirinya