Pelanggar PSBB Sebut Nama Wali Kota, Bima Arya: Dia Senior Saya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor, Bima Arya sudah kembali ke rumah setelah menjalani perawatan dan isolasi karena terinfeksi Covid-19 di RSUD Kota Bogor sekitar 20 hari.  Bima Arya memberitahukan jika dirinya positif virus corona pada 20 Maret lalu dan telah diperbolehkan pulang untuk menjalani isolasi mandiri pada 11 April kemarin. Instagram/@Bimaaryasugiarto

    Wali Kota Bogor, Bima Arya sudah kembali ke rumah setelah menjalani perawatan dan isolasi karena terinfeksi Covid-19 di RSUD Kota Bogor sekitar 20 hari. Bima Arya memberitahukan jika dirinya positif virus corona pada 20 Maret lalu dan telah diperbolehkan pulang untuk menjalani isolasi mandiri pada 11 April kemarin. Instagram/@Bimaaryasugiarto

    TEMPO.CO, Bogor Wali Kota Bogor, Bima Arya, angkat bicara sebab namanya disebut oleh pria bernama Endang Wijaya dalam sebuah video viral terkait pelanggaran PSBB di pos pemeriksaan Empang, Kota Bogor. Bima menyebut pria tersebut adalah kakak kelasnya di SMAN 1 Kota Bogor. "Iya. Endang senior saya. Satu tahun di atas saya di Smansa," kata Bima Arya kepada Tempo, Minggu, 3 April 2020.

    Bima Arya mengatakan mengenal Endang Wijaya selama ini sebagai pribadi yang baik dan memiliki sopan santun. Namun dengan melihat video tersebut, Bima mengaku belum mengkonfirmasi langsung kepada Endang. Adapun ia sudah lama tidak melakukan komunikasi dengan Endang.

    Menurut Bima Arya, arogansi Endang memarahi petugas bukan karena mengenal atau sebagai seniornya di SMA. "Enggak juga. Aturan ini sama semua di wilayah yang jalankan PSBB," kata Bima.

    Ia mengatakan banyak yang bertanya dan tidak paham dengan aturan pemberlakuan PSBB. Padahal tujuan PSBB untuk menjaga jarak di mobil dan untuk mencegah penularan Covid-19 antara pengemudi atau di sebelahnya. Juga tidak mudah mengidentifikasi suami istri atau bukan, apalagi layanan mobil yang dipesan via online.

    Bima mengatakan aturan ini untuk kebaikan bersama dan semua. "Di bulan Ramadan ini petugas sudah jalankan tugasnya dengan baik. Tetap sabar dan persuasif dan setiap aturan sudah dipertimbangkan," kata dia.

    Seorang pengendara mobil mengamuk pada petugas di Simpang Empang, Kota Bogor Jawa Barat, Ahad, 3 Mei 2020. ANTARA/Tangkapan layar video Dishub Kota Bogor

    Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan seharusnya setiap warga memahami bahwa petugas di lapangan bertugas untuk menegakkan aturan. Ditaati saja, karena tujuan pembatasan adalah meminimalisir pergerakan warga dengan cara pengaturan konfigurasi di kendaraan maupun arah tujuan bepergian. Yang ujungnya meminta masyarakat untuk semaksimal mungkin beraktivitas di rumah. "Mudah-mudahan pemahaman warga terkait maksud PSBB, semakin baik," kata Dedie.

    Seperti diketahui, pengendara roda empat bernama Endang, 44 tahun mengamuk pada petugas di Simpang Empang, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, 3 Mei 2020. Karena ia enggan memindahkan posisi duduk istrinya ke bangku belakang sesuai aturan PSBB.

    "Saya ga terima, sampaikan ke Bima Arya. Ini prinsip hidup saya, sebaik laki-laki muslim yang menghargai istrinya. Saya tidak mau memindahkan istri saya ke belakang. Saya tidur dengan istri saya, masa di mobil susah, akalnya pakai," kata Endang dengan nada tinggi, dalam cuplikan video yang beredar di media sosial.

    Pria yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans itu mengaku kecewa dengan aturan PSBB yang melarang istrinya duduk di kursi depan mobilnya, dengan alasan menjaga jarak. Pasalnya, aturan lainnya membolehkan pengendara sepeda motor berboncengan, dengan catatan satu tempat tinggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.