Viral Penyiraman air keras di Pancoran, Suami Tak Mau Cerai

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan. radiocacula.com

    Ilustrasi kekerasan. radiocacula.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polsek Pancoran ungkap pelaku penyiraman air keras terhadap seorang wanita di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, adalah suami korban.

    "Itu suami istri, suaminya tidak mau dicerai," kata Kapolsek Pancoran Kompol Johanis Soeprijanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin 4 Mei 2020.

    Johanis menjelaskan, peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi di jalan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan pada Sabtu sore pukul 16.35.

    Peristiwa penganiayaan tersebut awalnya diduga korban penjambretan disiram dengan air keras dialami seorang wanita berinisial RA (32) diunggah oleh warganet Minggu 3 Mei lalu viral di media sosial.

    Menurut Johanis, penyiraman air keras terhadap RA dilatarbelakangi oleh urusan rumah tangga, korban adalah istri dan pelaku adalah suami.

    Hasil penyelidikan sementara kepolisian, suami korban kesal karena akan diceraikan oleh istrinya RA, lalu datang menjemput di Stasiun Duren Kalibatan.

    "Dia (RA) tidak suka didatangi suaminya, suaminya kesal karena mau dicerai, lalu istrinya disiram," kata Johanis.

    Penyiraman air keras dilakukan oleh suami korban menggunakan air accu. Pada saat kejadian warga yang menyaksikan korban kesakitan menahan perih karena di siram datang menolong.

    Korban dibantu oleh warga dan anggota Polisi yang bertugas di lapangan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.

    "Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati oleh petugas," kata Johanis.

    Sementara itu, pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut masih dalam pengejaran aparat kepolisian dari Polsek Pancoran dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. 

    Sebelumnya video korban penyiraman air keras tersebut diduga korban penjambretan. Setelah polisi melakukan penyelidikan, motif penyiraman karena urusan rumah tangga.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.