Lima GOR di DKI Tampung 173 Tunawisma

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satpol PP menginterogasi warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah gelanggang olahraga (GOR) untuk menampung PMKS dan tunawisma agar tidak berkeliaran di tengah wabah virus Corona. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Petugas Satpol PP menginterogasi warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah gelanggang olahraga (GOR) untuk menampung PMKS dan tunawisma agar tidak berkeliaran di tengah wabah virus Corona. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta mencatat masih ada 173 tunawisma yang ditampung di lima gelanggang olahraga atau GOR. Para penyandang masalah kesejahteraan sosial itu berasal dari 688 tunawisma yang terjaring selama Ramadan.

    "Sebagian sudah keluar dari GOR karena dijemput keluarganya," kata Kepala Satpol PP DKI, Arifin, saat dihubungi, Senin, 4 Mei 2020. Kelima GOR yang disiapkan untuk menampung para tunawisma itu yakni, GOR Cengkareng, Tanah Abang Benhil, Pasar Minggu, Ciracas dan Sunter Tanjung Priok.

    Arifin menuturkan tunawisma yang terjaring tidak ada dari kalangan pekerja yang dirumahkan atau dipecat karena pandemi virus corona. Seluruh tunawisma yang terjaring adalah mereka yang biasa menggelandang, mengemis, memulung dan manusia gerobak. "Belum kami temukan dari korban PHK."

    Satpol PP bakal terus menggelar razia PMKS. Menurut Arifin, selama Ramadan ini memang banyak pengemis maupun gelandangan yang turun ke jalan untuk mendapatkan belas kasih dari warga.

    Arifin mengimbau warga DKI tidak memberikan bantuan para tunawisma yang ada di jalan, karena berisiko menularkan virus corona. "Lebih baik diantar langsung ke rumah warga yang membutuhkan."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.