Pulomas Jaya Sediakan 2.100 Rapid Test COVID-19 di Pulo Nangka

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test. ANTARA

    Ilustrasi rapid test. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pulomas Jaya (PMJ) menyediakan total 2.100 alat rapid test Covid-19 untuk masyarakat di Pulo Nangka, Pulomas Jakarta Timur, 4-5 Mei 2020.

    "Semua orang boleh mengikuti tes cepat," kata Direktur Utama PT PMJ Yudha Ketaren dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa 5 Mei 2020.

    PT PMJ sebagai salah satu anak usaha PT Jakarta Propertindo ikut mendukung kegiatan rapid test atau tes cepat COVID-19 mulai pukul 08.00 sampai 16.00 itu.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh Klikdokter bersama Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa
    Gading ini menyasar 100 warga warga Pulo Nangka, Pulomas yang dipilih secara acak dan gratis. 

    PT Pulomas Jaya juga membuka pelayanan kepada masyarakat umum dengan cara mendaftarkan diri pada aplikasi Klikdokter dan melakukan pembayaran sebesar Rp100 ribu untuk biaya dokter, administrasi dan alat pelindung diri.

    Kegiatan pemeriksaan dilakukan dengan metode peserta tidak perlu turun dari kendaraan mobil maupun motor.

    Hasilnya diberikan keesokan harinya melalui email yang terdaftar pada aplikasi Klikdokter.

    Kegiatan Corporate Social Responsibility ini bertujuan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 dan tindakan cepat dalam menangani masyarakat yang mungkin memiliki risiko terpapar.

    "Kegiatan ini mendapat dukungan penuh oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
    (Kemenkes RI) dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ujar Yudha.

    Dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Angela S Halim, mengatakan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya secara sukarela sangat penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Mayoritas kasus yang ditanganinya adalah orang tanpa gejala (OTG) sehingga menjadi pembawa (carrier) virus bagi orang di sekitarnya. "Dengan deteksi dini, kita dapat disiplin isolasi diri secara mandiri agar tidak menulari anggota keluarga yang lain terutama yang masih punya bayi atau manula," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.