Dirlantas Pertanyakan Anies Baswedan Sebut Pemudik Sulit Balik

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua kendaraan putar balik di check point gerbang tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 26 April 2020. Polisi menggiring kendaraan pribadi dan transportasi umum yang melanggar aturan PSBB untuk putar balik masuk ke jalur tol arah Kota Bandung atau Jakarta. TEMPO/Prima Mulia

    Dua kendaraan putar balik di check point gerbang tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 26 April 2020. Polisi menggiring kendaraan pribadi dan transportasi umum yang melanggar aturan PSBB untuk putar balik masuk ke jalur tol arah Kota Bandung atau Jakarta. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya belum pernah diajak berunding terkait pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang mengatakan pemudik akan sulit ketika hendak kembali ke Jakarta.

    Dirlantas Sambodo pun mempertanyakan implementasi pernyataan Gubernur Anies Baswedan itu.

    “Pertanyaan saya, yang mau periksa mereka siapa? Sedangkan kami sekian banyak melaksanakan check point PSBB, mendirikan penyekatan, anggota saya 24 jam berdiri d jalan tol, setetes pun anggaran dari pemerintah tidak ada. Ini semua anggaran polri dan anggaran sendiri,” kata Sambodo dalam diskusi online pada Rabu, 6 Mei 2020.

    Sambodo menjelaskan, anggotanya saat di pos-pos penyekatan berjaga 24 jam selama 37 hari untuk menghalau pemudik yang berupaya meninggalkan wilayah Jakarta.

    Tak jarang mereka dihadapi oleh situasi sulit, di mana pemudik berargumen sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari lagi jika tetap tinggal di Jakarta.

    "Saya hanya menggambarkan bagaimana kami berdebat menurunkan orang travel. Kemudian penumpang travel mengatakan, 'Pak, saya sudah di PHK. Saya sudah gak punya kerja. Kalau saya pulang ke Jakarta, bapak mau ngasi makan anak-anak saya?'," ucap Sambodo menirukan pertanyaan pemudik yang diberhentikan. 

    Ia menjelaskan, dalam kondisi seperti itu, terkadang polisi mengeluarkan diskresi dengan memperbolehkan pemudik melanjutkan perjalanannya. Ia pun mengatakan, lantaran bersifat kemanusiaan,

    Operasi Ketupat 2020 harus fleksibel dan melihat perkembangan di lapangan. "Ini kan juga pertanyaan yg sangat masuk akal. Bagaimanapun kalau menemukan hal-hal seperti itu, anggota juga mengeluarkan diskresi. Ada yang dilepas, ada yg disuruh putar balik," tutur Sambodo. 

    Gubernur Anies Baswedan sebelumnya menegaskan agar warga Ibu Kota tidak pulang kampung atau mudik lebaran. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu berujar bagi warga yang nekat pulang kampung selama pandemi Covid-19 ini dipastikan bakal sulit kembali ke DKI, dalam waktu cepat.

    Anies berujar Pemerintah Provinsi DKI sedang menyusun regulasi pembatasan akses masuk bagi warga dari luar kota pada musim lebaran tahun ini. Setelah regulasi itu selesai, pemerintah bakal segera membatasi warga dari luar masuk ke Ibu Kota.

    "Kami pastikan yang pulang kampung atau mudik lebaran tidak akan bisa cepat kembali ke Jakarta," kata Anies Baswedan saat melakukan konferensi pers secara daring di Balai Kota DKI, Jumat malam, 1 Mei 2020. 

    ADAM PRIREZA | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-Ciri Tabung Spesial Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 membutuhkan tabung yang terbuat dari kaca spesial untuk penyimpanannya. Seperti apakah ciri-ciri kaca itu? Berikut detailnya.