Epidemiolog UI Prediksi Bogor Jadi Daerah Pertama Bebas Corona

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Satpol PP Kota Bogor membawa papan informasi dalam razia operasi kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Suryakencana, Kota Bogor, Ahad, 3 Mei 2020. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan memberlakukan PSBB secara menyeluruh di 27 Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat mulai tanggal 6 Mei 2020 sebagai upaya menekan angka penyebaran virus Corona (COVID-19) di wilayah Jawa Barat. ANTARA/Arif Firmansyah

    Anggota Satpol PP Kota Bogor membawa papan informasi dalam razia operasi kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Suryakencana, Kota Bogor, Ahad, 3 Mei 2020. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan memberlakukan PSBB secara menyeluruh di 27 Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat mulai tanggal 6 Mei 2020 sebagai upaya menekan angka penyebaran virus Corona (COVID-19) di wilayah Jawa Barat. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, memperkirakan Kota Bogor menjadi daerah pertama bebas dari virus Corona di kawasan Jabodetabek.

    Menurut Tri, kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Bogor cukup efektif menekan penyebaran Corona. "Saya perkirakan Kota Bogor bakal lebih cepat bebas dari virus corona," kata Tri saat dihubungi, Kamis, 7 Mei 2020.

    Ia menuturkan tren penularan kasus Corona di Kota Bogor pun terlihat terus menurun. Adapun jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 di Kota Bogor mencapai 91 orang.

    Menurut Tri, Kota Bogor bakal terbebas dari wabah Corona pada awal Juni mendatang jika pemerintah tetap ketat dalam melakukan pembatasan. "Saya lihat Bogor memang sangat ketat menjalani kebijakan PSBB ini, mungkin karena wali kotanya sudah pernah merasakan bagaimana terserang Covid-19," tuturnya. 

    Tri menyarankan Kota Bogor tidak lengah meski bisa menjadi kota yang pertama bebas dari wabah Corona. Sebab, jika lengah maka penularan virus bakal berpotensi kembali terjadi lagi.

    "Makanya warga juga harus tetap jaga jarak fisik dan sosial. Dan jangan sampai tidak pakai masker meski wabah sudah mereda," ujarnya. "Kalau nanti ditemukan lagi maka kalau bisa lakukan lockdown RW," sebut Tri. 

    Sedangkan, untuk wilayah Depok bakal lebih lambat penurunan kasus Corona. Sebab, jumlah kasus yang ditemukan lebih banyak. Tri memperkirakan Kota Depok bisa terbebas dari paparan Corona pada awal Juli mendatang. "Sedangkan DKI paling cepat Agustus kalau dari analisa saya," kata dia. 

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.