UI Lantik Pejabat Struktural RSUI Depok Periode 2020-2024

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peresmian Cath Lab atau Laboratorium Kateterisasi Jantung berteknologi tinggi yang baru diresmikan di RS Universitas Indonesia, Selasa 13 Agustus 2019. Dok. RSUI

    Peresmian Cath Lab atau Laboratorium Kateterisasi Jantung berteknologi tinggi yang baru diresmikan di RS Universitas Indonesia, Selasa 13 Agustus 2019. Dok. RSUI

    TEMPO.CO, Depok - Direktur Utama RS Universitas Indonesia atau RSUI Depok yang baru dr. Astuti Giantini dilantik pada hari ini, Kamis 7 Mei 2020. 

    Pelantikan dipimpin oleh Sekretaris Universitas Indonesia dr. Agustin Kusumayati yang mewakili Rektor UI Prof Ari Kuncoro. Selain Direktur Utama RSUI, dilantik pula berapa pejabat struktural RS untuk periode 2020-2024.

    "Ada empat jajaran Direksi RSUI yang dilantik, yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Pelayanan Medis, Direktur Keuangan, dan Direktur Operasional," kata Agustin dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

    Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor: 648/SK/R/UI/2020, dr. Astuti Giantini, ditetapkan sebagai Direktur Utama RS Universitas Indonesia Periode 2020-2024. Sebelumnya, Direktur Utama RSUI dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, Dr. dr. Sukamto, yang juga menjabat sebagai Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan.

    Sebagai Plt. Direktur Utama RSUI Depok, Dr. dr. Sukamto mendapatkan amanah untuk memimpin RSUI dalam masa jabatan bersifat sementara, terhitung sejak serah terima jabatan pada tanggal 5 Maret 2020 menggantikan Direktur Utama RSUI periode 2018-2020, Dr. dr. Julianto Witjaksono.

    Pejabat struktural RSUI periode 2020-2024 lainnya yang dilantik yaitu dr. M. Arza Putra sebagai Direktur Pelayanan Medis, dr. Hermawan sebagai Direktur Operasional, dan Eka Pujiyanti sebagai Plt. Direktur Keuangan.

    Untuk jajaran Dewan Pengawas RSUI, berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor: 646/SK/R/UI/2020, Dr. dr. Fathema Djan Rachmat telah ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas RSUI yang baru periode 2020-2023 menggantikan Dr. dr. Hananto Andriantoro yang sebelumnya telah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas RSUI selama 1,5 tahun.

    Formasi anggota Dewan Pengawas yang sebelumnya berjumlah empat orang, kini bertambah satu orang anggota baru yaitu dr. Ari Kusuma Januarto yang juga dilantik untuk masa jabatan periode 2020-2023.

    Dewan Pengawas RSUI merupakan unit non struktural rumah sakit yang berkedudukan di luar pengelola RSUI, bersifat independen, dibentuk dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor UI.

    "UI memberikan apresiasi yang tinggi untuk RSUI, meskipun masih berusia 1 tahun dapat dengan cepat mempersiapkan tenaga dan juga fasilitas untuk perawatan penanganan pasien COVID-19," kata Agustin.

    Ia berharap kepada jajaran direksi RSUI yang baru, kami mempercayai dapat meneruskan estafet pelayanan dalam menangani COVID-19 di wilayah Kota Depok, sehingga kita bisa bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tengah pandemi ini.

    Sementara itu Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S.E., MA, Ph.D, menaruh harapan yang besar terhadap pimpinan RSUI yang baru. Kami meyakini RSUI memiliki kapabilitas untuk membantu pemerintah di dalam memberikan pelayanan optimal dan cepat untuk penanganan pasien COVID- 19, khususnya di Kota Depok.

    Selain itu, kedepannya RSUI tetap menjadi center of excellence di bidang kesehatan Indonesia yang dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dan penelitian para mahasiswa UI.

    RSUI merupakan unit kerja khusus di bawah Universitas Indonesia yang berupa lembaga rumah sakit umum yang dikelola dengan prinsip kemandirian dan tata kelola yang baik serta memilik fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian bidang kedokteran, kedokteran gigi, dan kesehatan lain.

    Dalam menjalankan fungsi pelayanan, RSUI Depok bertugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan terintegrasi dan mengutamakan tata kelola klinik yang baik, perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan berbasis bukti dengan memperhatikan aspek etika profesi dan hukum kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jumlah dan Asal mikrobioma di Tubuh Manusia

    Tubuh manusia merupakan rumah bagi 100 triliun mikroba. Ada yang baik, ada yang buruk. Dari mana datangnya? Berapa total beratnya?