Kota Bekasi Bakal Tingkatkan Tes Massal PCR

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat menunjukkan hasil swab penumpang KRL Commuterline usai menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas saat menunjukkan hasil swab penumpang KRL Commuterline usai menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan bakal lebih banyak melakukan tes massal dengan PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayahnya.

    "Masih banyak lokasi cek poin belum dites massal," kata Rahmat, Kamis, 7 Mei 2020.

    Ia menyebut, cek poin yang merupakan perbatasan wilayah dan akses keluar masuk wilayah seperti terminal dan stasiun ada 32 titik. Sejauh ini baru tujuh titik yang dilakukan tes secara massal dengan 1.000 PCR.

    Hasil tes massal pada Selasa lalu, sebanyak sembilan orang dinyatakan positif corona. Rinciannya tiga warga DKI Jakarta, satu Depok, dan lima Kota Bekasi. Lokasi yang ditemukan positif adalah di Stasiun Bekasi, Lubang Buaya, dan Tongyang Bekasi Timur.

    "Besar kemungkinan yang sudah ditemukan diperbanyak (tes), bisa jadi yang ditemukan lebih banyak lagi," kata Rahmat Effendi.

    Ia mengatakan, swab test secara massal ini menyasar orang tanpa gejala (OTG). Sebab, menurut dia, penularan virus lewat OTG sangat berbahaya, karena si penular merasa sehat-sehat saja tanpa gejala klinis, sehingga dimungkinkan OTG memiliki interaksi tinggi.

    "Lebih baik ditemukan, mendapatkan sesuatu yang riil," kata Rahmat.

    Pemerintah daerah, kata Rahmat, sangat terbuka ihwal kasus Covid-19 di wilayahnya. "Sekecil apapun kita buka, supaya tahu ketika ada yang positif, cepat memutusnya," kata dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.