Jokowi Rajin Tebar Bansos, Gelandangan Bermunculan di Kota Bogor

\Warga memeriksa paket bantuan sosial (bansos) berupa kebutuhan pokok (sembako) dari Presiden RI untuk warga terdampak COVID-19 di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 28 April 2020. Pemerintah menyalurkan paket bansos masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sebagai upaya untuk mencegah warga tidak mudik dan meningkatkan daya beli selama pandemi COVID-19 kepada warga yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek. TEMPO/Nita Dian

TEMPO.CO, Bogor -Seringnya pembagian bantuan sosial atau bansos yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan pihak istana Bogor, mengundang banyak warga luar masuk ke Kota Bogor.  

Mereka menyamar menjadi gelandangan atau pemulung di beberapa jalan di protokol di Kota Hujan.

Bahkan dari sekian banyaknya orang yang membawa karung di trotoar jalan-jalan, ada yang mengaku berasal dari Sukabumi, Depok dan Karawang, bahkan Jakarta.

"Saya datang mencari barang bekas, sekalian juga menunggu bansos Presiden. Infonya Presiden sering bagi-bagi di sini (Kota Bogor)," ucap Samhuri kepada Tempo di bilangan jalan A. Yani, Kota Bogor, Sabtu 9 Mei 2020.

Saat ditanya mengenai pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar alias PSBB Bogor, Samhuri menyebut mengetahuinya. Justru dengan adanya PSBB ini, dia berkilah dan menjadikan alesan kenapa dia mencari rongsok dan berharap bantuan.

Bahkan Samhuri menyebut bukan hanya bantuan Presiden Jokowi saja yang diharapkan, tapi bantuan yang diberikan oleh pengendara yang melintas pun sering dia terima.

"Bantuan sembako saya kumpulkan untuk dibawa ke rumah sebagai bekal. Untuk sehari-hari di sini banyak yang bagi makanan, terutama di sore hari menjelang buka puasa," tutur Samhuri.

Informasi yang dihimpun Tempo, sejak Covid-19 di Kota Bogor, mendadak ramai oleh Masyarakat Berkarung (Masrung) dan tanpa identitas jelas. Pada siang hingga sore di beberapa lokasi terlihat puluhan masyarakat dengan berbagai macam usia, mulai dari bapak-bapak, Ibu-ibu, orang lanjut usia hingga anak-anak tiba-tiba datang membawa karung dan duduk bergerombol disepanjang Jalan.

Kehadiran mereka membuat pemandangan Kota Bogor jadi kumuh, bak tak terurus.

Kepala satuan Pol-PP Kota Bogor, Agustarsyah, membenarkan menjamurnya Masrung tersebut. Agus menyebut dari beberapa yang kita pernah amankan , mereka bukan orang Kota Bogor.

Agus mengatakan mereka rata-rata berasal dari daerah Jawa Tengah dan datang ke Kota Bogor sebelum PSBB ditetapkan berharap mengejar Ramadhan. "Dan ini fenomena di Jabodetabek dengan kedatangan pemulung musiman ini," kata Agus.

Agus mengatakan secara parsial pihaknya sudah menertibkan kaum masrung dan saat ini sedang dimatangkan konsep untuk menertibkan dan melokalisir mereka dalam satu lokasi.

Agus juga menyatakan kehadiran mereka memang berharap dikasihani, sebab mencari barang bekas bukan domain utama mereka. "Mudah-mudahan secepatnya kita akan laksanakan penindakan kepada mereka secara menyeluruh," ucap Agus.

Menyikapi hal tersebut Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengimbau kepada masyarakat, sekaligus menyindir Presiden Jokowi untuk tidak terus menerus membagikan bansos di jalan-jalan utama atau area Sistem Satu Arah atau SSA Kota Bogor.

Sebab, menurut Dedie, selain tidak tepat sasaran juga tidak memberikan dampak keadilan bagi masyarakat yang betul-betul membutuhkan. "Mereka itu orang luar, harusnya masyarakat juga faham kalau mau berbagi bansos kemana alurnya yang benar," demikian Dedie.

M.A MURTADHO






PPAD Lakukan Kolaborasi Bakti Sosial Operasi Katarak di Puncak Jaya Papua Tengah

21 jam lalu

PPAD Lakukan Kolaborasi Bakti Sosial Operasi Katarak di Puncak Jaya Papua Tengah

Banyaknya pengidap katarak di Puncak Jaya, Papua Tengah, PPAD lakukan kolaborasi bakti sosial operasi katarak. Ini kata Doni Monardi, Ketua Umum PPAD.


Kata Sri Mulyani Soal Anggaran Pengentasan Kemiskinan Rp 500 Triliun Disebut Habis untuk Rapat

3 hari lalu

Kata Sri Mulyani Soal Anggaran Pengentasan Kemiskinan Rp 500 Triliun Disebut Habis untuk Rapat

Sri Mulyani buka suara tentang anggaran pengentasan kemiskinan Rp 500 triliun yang disebut-sebut habis untuk banyak rapat di hotel dan studi banding.


Warga Miskin Ekstrem di Jakarta Naik pada 2022, BKKBN Seharusnya Tidak Ada

4 hari lalu

Warga Miskin Ekstrem di Jakarta Naik pada 2022, BKKBN Seharusnya Tidak Ada

Penduduk miskin ekstrem di DKI sudah diintervensi dengan berbagai bantuan sosial, seperti KJP , kartu lansia hingga pangan bersubsisi.


Berita Terkini: Penjelasan Naiknya Biaya Haji Ketika Arab Turunkan Ongkos Paket, Erick Thohir Ungkap Persoalan Hukum BUMN

11 hari lalu

Berita Terkini: Penjelasan Naiknya Biaya Haji Ketika Arab Turunkan Ongkos Paket, Erick Thohir Ungkap Persoalan Hukum BUMN

Berita terkini ekonomi dan bisnis petang ini mulai dari penjelasan Kemenag mengenai biaya haji hingga Erick Thohir yang ungkap persoalan hukum di BUMN


Terkini Bisnis: Jokowi Setop PPKM, Warga Tetap Minta Bansos ; PHK di Amerika Bulan Ini

11 hari lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Setop PPKM, Warga Tetap Minta Bansos ; PHK di Amerika Bulan Ini

LSI mencatat dalam hasil surveinya, meskipun Jokowi sudah mencabut PPKM, warga tetap berharap Bansos tetap ada.


Survei LSI: Publik Tetap Harapkan Bansos Meski PPKM Dicabut Jokowi, Ini Penjelasannya

12 hari lalu

Survei LSI: Publik Tetap Harapkan Bansos Meski PPKM Dicabut Jokowi, Ini Penjelasannya

Hasil survei LSI menyimpulkan bahwa publik masih berharap tetap mendapatkan Bansos meskipun PPKM telah dicabut oleh Jokowi.


PSI Surati Pasar Jaya, Desak Penjelasan soal Temuan Seribu Ton Beras Rusak di Pulogadung

15 hari lalu

PSI Surati Pasar Jaya, Desak Penjelasan soal Temuan Seribu Ton Beras Rusak di Pulogadung

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Pasar Jaya klarifikasi soal temuan seribu ton beras bansos yang rusak


Pasar Jaya Jelaskan Soal 920 Ton Beras Rusak yang Tersimpan di Gudang Pulo Gadung

15 hari lalu

Pasar Jaya Jelaskan Soal 920 Ton Beras Rusak yang Tersimpan di Gudang Pulo Gadung

Perumda Pasar Jaya menjelaskan soal status 920 ton beras rusak tak layak konsumsi yang tersimpan di sebuah gudang di Pulo Gadung.


Pasar Jaya Sebut Penyaluran Paket Bansos DKI 2020 Sudah Rampung, tapi Ogah Rincikan Jumlahnya

16 hari lalu

Pasar Jaya Sebut Penyaluran Paket Bansos DKI 2020 Sudah Rampung, tapi Ogah Rincikan Jumlahnya

Pasar Jaya enggan merinci jumlah dan nilai paket beras bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jakarta 2020 yang ditanganinya. Ia menegaskan telah menyelesaikan keseluruhan kewajibannya sesuai pesan Dinas Sosial.


DPRD DKI Belum Berencana Panggil Dinas Sosial Soal Dugaan Korupsi Bansos

18 hari lalu

DPRD DKI Belum Berencana Panggil Dinas Sosial Soal Dugaan Korupsi Bansos

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mengatakan dugaan korupsi bansos di DKI yang beredar di medsos baru sekedar menduga-duga.