Reklamasi Teluk Jakarta: Anies Dilobi hingga Perpres Jokowi

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Foto udara suasana upacara detik-detik proklamasi 17 Agustus di Pantai Jaya, Pulau Reklamasi, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019. Dalam upacara tersebut dihadiri oleh jajaran TNI, Polri, DPRD, PNS, ASN dan Gubernur DKI Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meneken Peraturan Presiden nomor 60 tahun 2020 pada 14 April lalu. Regulasi tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur) dinilai sejumlah aktivis lingkungan sebagai lampu hijau reklamasi Teluk Jakarta yang telah dihentikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Para aktivis juga menilai regulasi itu bakal memperparah kerusakan lingkungan. Mereka pun ramai-ramai mengkritisi dan mendesak Perpres 60 itu dicabut. Pengembang reklamasi Teluk Jakarta telah berusaha untuk memuluskan pembuatan pulau urukan tersebut.

Berikut perjalanan reklamasi Teluk Jakarta yang telah dihentikan dan berpotensi kembali dilanjutkan pembangunannya:

Anies Dilobi Pengembang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkali-kali dilobi pengembang reklamasi agar proyek pengurukan laut di Teluk Jakarta itu tak dihentikan. Lobi antara lain mereka lakukan melalui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Mantan ketua tim sinkroninasi Anies-Sandiaga, Sudirman Said, membenarkan adanya pertemuan antara pengembang reklamasi dan Anies di rumah Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, itu. "Aku dengar pertemuan itu," ujar Sudirman saat dihubungi, Senin, 23 Oktober 2017

Pertemuan yang dibalut acara makan siang itu terjadi pada awal Agustus lalu. Kala itu, Prabowo mengundang Anies ke rumahnya. Ternyata, di sana telah ada Richard Halim, anak Sugianto Kusuma alias Aguan, pemilik Agung Sedayu Group--induk perusahaan pengembang reklamasi Pulau C dan D, PT Kapuk Naga Indah. Ada pula bos Grup Artha Graha, Tomy Winata, dan tangan kanan Aguan, Ali Hanafi.

Menurut orang dekat Anies, atas perintah Tomy, Ali Hanafi menjelaskan lebih jauh soal proyek reklamasi kepada Anies. Dia membawa segepok berkas mengenai apa saja yang telah dilakukan PT Kapuk Naga Indah. Tomy dan Richard juga menyatakan bahwa pengembang bersedia membayar kontribusi tambahan sebesar 15 persen. "Intinya, mereka menjelaskan proyek itu telah berjalan," kata sumber Tempo yang mengetahui pertemuan itu.

Lobi pengembang tak cuma itu. Mereka berusaha mendekati Anies sejak masa kampanye pemilihan gubernur lalu. Ali beberapa kali membujuk Anies agar bersedia datang ke kantor Aguan di Yayasan Buddha Tzu Chi, Pantai Indah Kapuk. Tapi Anies selalu menolak.






Jokowi Batal Buka Jambore Nasional Pramuka di Cibubur

5 jam lalu

Jokowi Batal Buka Jambore Nasional Pramuka di Cibubur

Presiden Jokowi dipastikan batal membuka Jambore Nasional Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur yang akan digelar mulai 14 Agustus 2022.


Prabowo: Gerindra Bisa Bekerja Sama dengan Siapa pun di Republik Ini

6 jam lalu

Prabowo: Gerindra Bisa Bekerja Sama dengan Siapa pun di Republik Ini

Prabowo bercerita, keputusannya saat itu bergabung dengan pemerintahan Jokowi berdasarkan insting. Jokowi diyakini sebagai sosok negarawan.


Jokowi Belum Tentukan MenPAN RB Baru Pengganti Tjahjo Kumolo

9 jam lalu

Jokowi Belum Tentukan MenPAN RB Baru Pengganti Tjahjo Kumolo

Presiden Jokowi mengatakan hingga saat ini belum ada nama pengganti MenPAN RB yang baru pengganti Tjahjo Kumolo.


Jokowi Temui Lembaga Tinggi Negara Bahas Subsidi BBM: Kalau Tak Kuat Bagaimana?

10 jam lalu

Jokowi Temui Lembaga Tinggi Negara Bahas Subsidi BBM: Kalau Tak Kuat Bagaimana?

Presiden Jokowi menemui para kepala lembaga tinggi negara. Selama 2,5 jam mereka membahas krisis global. Soal subsidi BBM juga dibicarakan.


Jokowi Bicara Soal Kabar Dukungan untuk Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024

10 jam lalu

Jokowi Bicara Soal Kabar Dukungan untuk Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024

Jokowi angkat bicara soal kabar dukungan dia kepada Prabowo dan Ganjar untuk maju dalam Pilpres 2024.


Anies Belum Cabut Pergub Penggusuran Warisan Ahok, PSI: Cuma Retorika

11 jam lalu

Anies Belum Cabut Pergub Penggusuran Warisan Ahok, PSI: Cuma Retorika

Politikus PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, menilai Anies Baswedan sebenarnya masih membutuhkan pergub penggusuran warisan Ahok


Polri Belum Ungkap Motif Kasus Irjen Ferdy Sambo, Jokowi: Tanya ke Kapolri

11 jam lalu

Polri Belum Ungkap Motif Kasus Irjen Ferdy Sambo, Jokowi: Tanya ke Kapolri

Polri masih belum mengungkap motif pembunuhan Brigadir J yang diotaki Irjen Ferdy Sambo. Presiden Jokowi minta tanya ke Kapolri.


Gandum Diganti Sorgum untuk Mi Instan, Indef: Masalah Lidah Perlu Diperhatikan

20 jam lalu

Gandum Diganti Sorgum untuk Mi Instan, Indef: Masalah Lidah Perlu Diperhatikan

Salah satu yang perlu diperhatikan jika ingin mengganti gandum dengan sorgum adalah soal rasa dan cocok tidaknya dengan lidah orang Indonesia.


Cerita Jokowi Mulai Proyek 1 Juta Kelapa Genjah dan Petani Belum Pernah Lihat Pohonnya

1 hari lalu

Cerita Jokowi Mulai Proyek 1 Juta Kelapa Genjah dan Petani Belum Pernah Lihat Pohonnya

Jokowi memulai proyek penanaman 1 juta pohon kelapa genjah, dengan target awal 200 ribu di Solo Raya yaitu Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali, di Jawa Tengah.


Setelah Sorgum, Kini Jokowi Mulai Proyek 1 Juta Kelapa Genjah

1 hari lalu

Setelah Sorgum, Kini Jokowi Mulai Proyek 1 Juta Kelapa Genjah

Presiden Jokowi memulai proyek penanaman 1 juta pohon kelapa genjah, yang diawali di Desa Giriroto, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.