Bahar bin Smith Bebas dari LP Cibinong, Kanwil Kemenkumham: Benar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penceramah sekaligus terdakwa kasus dugaan penganiayaan, Bahar bin Smith mencium bendera Merah Putih seusai menjalani sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 9 Juli 2019. Pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin itu mencium bendera Merah Putih sembari berseru

    Penceramah sekaligus terdakwa kasus dugaan penganiayaan, Bahar bin Smith mencium bendera Merah Putih seusai menjalani sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 9 Juli 2019. Pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin itu mencium bendera Merah Putih sembari berseru "Allahu akbar!" setelah putusan dibacakan hakim. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor -Terpidana kasus penganiayaan remaja, dai Bahar bin Smith, dikabarkan bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan Cibinong, Bogor, lewat program asimilasi pada Sabtu sore ini, 16 Mei 2020.

    Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Abdul Aris, mengatakan Bahar bin Smith masuk dalam program asimilasi karena pentolan salah satu ormas islam itu sudah menjalani setengah masa tahanan sejak ia ditetapkan sebagai tersangka.

    "Jadi pada hari ini yang bersangkutan sudah menjalani setengah masa pidana," kata Aris saat dihubungi di Bandung, Sabtu, 16 Mei 2020.

    Ia menjelaskan, ada sebanyak delapan orang yang mendapat program asimilasi di LP Cibinong. Salah satunya, kata dia, adalah pencemarah Bahar bin Smith  yang sejak 2019 menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan itu.

    Selain itu, ia menyampaikan sedianya Bahar bin Smith dijadwalkan bebas murni pada 2021 mendatang. Namun karena kedaruratan Covid-19 ini, dia bisa sedikit menghirup udara segar melalui program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM.

    "Kalau hak integrasinya itu pada 12 November 2020 mendatang. Saat ini dia ikut program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM," kata Aris.

    Sebelumnya pada 9 Juli 2019 lalu, Smith divonis tiga tahun penjara dan dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan masa tahanan majelis hakim yang dipimpin Edison Muhamad memutuskan dia terbukti secara sah dan meyakinkan telah menganiaya yang masuk dalam tindak pidana.

    Selain itu, perbuatan Bahar bin Smith juga termasuk merampas kemerdekaan orang yang mengakibatkan luka berat serta kekerasan terhadap anak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.