DPRD DKI Sebut Jakpro Gagal Bangun ITF Sunter

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan penandatanganan kerja sama lahan ITF Sunter antara PT Jakarta Propertindo dan BPAD DKI Jakarta, Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan penandatanganan kerja sama lahan ITF Sunter antara PT Jakarta Propertindo dan BPAD DKI Jakarta, Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur Anies Baswedan mencabut peraturan gubernur yang memberikan kewenangan kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF Sunter). Dewan menganggap Jakarta Propertindo gagal merealisasikan pergub tersebut.

    Catatan ini disampaikan anggota DPRD, Yudha Permana, saat membacakan hasil pembahasan dewan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI 2019 di ruang rapat paripurna pada Selasa, 19 Mei 2020. "Dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) akan dibuatnya ITF di empat wilayah tetapi sampai sekarang satu pun belum ada yang berjalan," kata Yudha.

    Sebelumnya, Anies Baswedan menugaskan Jakpro membangun ITF. Salah satunya ialah ITF yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara. Dasar hukum penugasan ini tertuang dalam Peraturan  Gubernur DKI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penugasan Lanjutan kepada Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo dalam Penyelenggaraan Fasilitas Pengelolaan Sampah di dalam Kota/Intermediate Treatment Facility.

    Menurut Yudha, Pemerintah DKI harus segera menyelesaikan persoalan sampah yang dinilai sudah mendesak. Sayangnya, hingga kini belum ada perkembangan apapun. "PT Jakarta Propertindo sebagai pelaksana ITF Sunter dianggap sudah gagal dalam melaksanakan peraturan gubernur," ujarnya.

    Padahal, Anies Baswedan sudah meletakkan batu pertama alias groundbreaking pembangunan ITF Sunter pada 20 Desember 2018. Namun hingga kini pembangunan tak kunjung terlaksana.

    ITF Sunter direncanakan akan mengolah 2.200 ton sampah Jakarta per hari. Jenis teknologi yang diterapkan adalah waste to energy atau mengubah sampah menjadi energi listrik dengan kapasitas 35 MWh. ITF diklaim mampu mereduksi 80-90 persen dari bobot sampah yang masuk.

    LANI DIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.