Pasien Sembuh Corona di RS Darurat Wisma Atlet 1.701 Orang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: Petugas Medis Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. ANTARA/ HO

    Ilustrasi: Petugas Medis Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. ANTARA/ HO

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pasien sembuh corona di RS Darurat (RSD) Wisma Atlet sampai 21 Mei 2020 mencapai 1.701 orang. 

    Asops Kogabwilhan-I Brigjen TNI Suhardi mengatakan jumlah pasien sembuh itu merupakan akumulasi dari pencatatan sejak awal RS darurat corona itu didirikan. "Rekapitulasi sejak 23 Maret 2020, pasien terdaftar sebanyak 3.765 pasien, pasien pulang/sembuh 1.707 orang," kata dia dalam keterangan persnya, Kamis, 21 Mei 2020.

    Pasien sembuh corona itu tercatat bertambah sekitar 302 orang jika merujuk data 18 Mei 2020 menunjukkan jumlah akumulasi pasien sembuh sebanyak 1.405 pasien.

    Rekapitulasi pasien sejak 23 Maret 2020 sampai dengan sekarang menurut dia jumlah pasien terdaftar  3.765 pasien, sementara pasien yang dirujuk ke rumah sakit lainnya 105 pasien. Pasien meninggal tercatat 3 orang.

    Hingga saat ini RS Darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran masih merawat 962 pasien positif Covid-19.

    "Perkembangan jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet total 1.019 orang, 670 pria, dan 349 perempuan," kata dia.

    Rincian jumlah pasien yang dirawat dari 670 pria dan 349 perempuan tersebut, yakni sebanyak 962 orang berstatus positif Covid-19, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) 48 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) 9 orang.

    Sedangkan kasus positif Covid-19 di Jakarta hingga Rabu 20 Mei mencapai 6.150 kasus. Dari jumlah tersebut dilaporkan pasien sembuh corona mencapai 1.425 orang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.