Perawat Positif Corona, RSUD Depok Tutup Sementara

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas medis menunjukan sampel darah saat rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa, 7 April 2020. Kasus positif virus Corona di Indonesia semakin bertambah. Jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona di Indonesia per Rabu (15/4) secara kumulatif mencapai 5.136 kasus. ANTARA

    Petugas medis menunjukan sampel darah saat rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa, 7 April 2020. Kasus positif virus Corona di Indonesia semakin bertambah. Jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona di Indonesia per Rabu (15/4) secara kumulatif mencapai 5.136 kasus. ANTARA

    TEMPO.CO, Depok – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok menutup sementara pelayanan poliklinik selama 14 hari karena ada perawat yang positif terkena Corona. Disebut-sebut ada belasan perawat yang dinyatakan positif Corona.

    Direktur RSUD Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan penutupan sementara itu dilakukan sejak tanggal 22 Mei hingga 8 Juni 2020 yang diumumkan melalui surat edaran bernomor 445/1031-UPEP tertanggal 21 Mei 2020.

    “Karena perawat (kami) banyak terkena di poli. Mengantisipasi penularan pasien sementara 14 hari ini kita tutup polinya,” kata Devi dikonfirmasi, Jumat 22 Mei 2020.

    Devi mengatakan sejak ditetapkan sebagai rumah sakit khusus Covid-19 pada tanggal 4 Mei 2020, pelayanan bagi penyakit biasa hanya dilayani di poliklinik atau rawat jalan. Namun kini semua pelayanan bagi penyakit biasa ditutup. “Kita nggak mau pasien non Covid-19 yang berobat ke poli tertular,” kata Devi.

    Selama penutupan ini, lanjut Devi, RSUD Kota Depok akan melakukan sterilisasi dan dekontaminasi ruangan. Selain itu akan ada evaluasi agar ke depan persoalan keamanan, baik perawat dan pengunjung, bisa ditingkatkan. “Sebenarnya kami sudah melakukan protokol itu di poli, tapi APD di poli tidak selengkap yang di Covid-19,” kata Devi.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.