Wagub Sebut Penyebab Warga Jakarta Berkumpul Jelang Lebaran 2020

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru II, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020. Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian oknum pedagang tetap menggelar lapaknya di sejumlah titik seperti di atas trotoar dan di gang perkampungan setempat. ANTARA

    Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru II, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020. Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian oknum pedagang tetap menggelar lapaknya di sejumlah titik seperti di atas trotoar dan di gang perkampungan setempat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai ada empat penyebab warga berkerumun memadati sejumlah lokasi menjelang Lebaran 2020. Pertama lantaran sudah terlalu lama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB Jakarta) diberlakukan.

    Riza menuturkan Pemerintah DKI telah membatasi pergerakan warga, seperti sekolah di rumah sejak 16 Maret 2020. Lalu PSBB Jakarta diterapkan pada 10 April yang kini memasuki tahap ketiga dan berlangsung hingga 4 Juni 2020.

    "Jadi mungkin ada juga sebagian warga yang kelamaan. Jenuh jadi ingin keluar," kata Riza saat dihubungi Tempo, Minggu, 24 Mei 2020.

    Alasan kedua adalah antusiasme warga memburu takjil di bulan puasa. Ketiga, ibu-ibu mencari baju Lebaran untuk sang anak. Menurut dia, keinginan anak untuk memiliki baju lebaran memaksa orang tua keluar rumah.

    "Keempat karena mudik kan. Lebaran mau mudik jadi orang keluar," tutur Wagub DKI.

    Meski demikian, tutur Riza, Pemerintah DKI telah mengantisipasi kepadatan warga dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020  tentang Sanksi Bagi Pelanggar PSBB Jakarta yang telah diterapkan selama 10 hari. Petugas juga menyerukan imbauan, salah satunya dengan pengeras suara.

    Sebelumnya, menjelang Idul Fitri kerumunan warga tampak di sejumlah titik seperti pasar. Pasar Perumnas Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur dipadati warga satu hari sebelum Lebaran 2020.

    Begitu juga dengan kondisi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat, 22 Mei 2020. Sebanyak 50 orang terbukti melanggar PSBB Jakarta lantaran tak mengenakan masker dan jaga jarak fisik alias physical distancing.

    Pedagang kaki lima juga kembali memadati trotoar di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Baik pembeli dan pedagang berjubelan di sana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.