Stop Ziarah, Alasan TPU Karet Bivak Layani Pemakaman Selama PSBB

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana makam yang sepi dari peziarah di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2020. Dinas Kehutanan DKI Jakarta sementara menutup aktivitas warga yang akan melakukan ziarah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 yang tengah mewabah. Namun kegiatan operasional TPU tetap berjalan normal dan tetap melayani pemakaman. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana makam yang sepi dari peziarah di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2020. Dinas Kehutanan DKI Jakarta sementara menutup aktivitas warga yang akan melakukan ziarah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 yang tengah mewabah. Namun kegiatan operasional TPU tetap berjalan normal dan tetap melayani pemakaman. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak Saiman mengatakan  hanya memberikan layanan pemakaman jenazah selama Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB berlangsung, sedangkan di luar itu tidak ada aktivitas. 

    "Kami hanya melaksanakan pelayanan pemakaman saja, selebihnya kami tiadakan aktivitas lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan," kata Saiman saat dihubungi, Senin, 25 Mei 2020 terkait pemberlakuan PSBB Jakarta saat ini.

    Lebih lanjut, Saiman mengatakan prosedur pemakaman di TPU Karet Bivak hanya menggunakan standar layanan umum karena TPU itu memang tidak menangani pemakaman jenazah terkait kasus Covid-19.

    "Karena kami tidak melayani pemakaman kasus Covid-19, kami pakai standar pelayanan biasa. Karena beda prosedurnya untuk kasus Covid-19, kami tidak pakai APD (Alat Pelindung Diri) yang lengkap. Jadi kami pakai standar pelayanan umum," kata Saiman.

    Saiman mengatakan petugas yang saat ini disiagakan di TPU Karet Bivak hanya mengurusi kebersihan dan pelayanan pemakaman saja.

    Selebihnya, seperti layanan ziarah dan pengurusan izin penggunaan tanah makam untuk sementara hingga masa PSBB berakhir ditiadakan.

    "Biasanya 132 orang yang kerja. Sekarang sehari kita pangkas jadi setengahnya. Nanti setengahnya kerja di hari besoknya. Jadi tuker-tukeran. Jadi jangan sampai kita melarang banyak kerumunan warga, tapi kita malah berkerumun. Petugas tetap ada, tugas intinya TPU tetap bersih dan pola pemakaman tetap berjalan, tidak terganggu," kata Saiman.

    Saiman mengimbau masyarakat agar tidak perlu datang sementara waktu ke TPU Karet Bivak mengingat PSBB masih dijalankan.

    Meski demikian, masyarakat masih banyak yang berdatangan ke TPU itu untuk menjalani tradisi ziarah kubur di momen Lebaran 1441H.

    Akan tetapi, menurut Saiman tidak sedikit warga juga yang kembali ke rumah usai diberikan informasi oleh petugas bahwa TPU Karet Bivak ditutup untuk kegiatan ziarah  selama PSBB masih berlangsung.

    "Memang masih ada yang datang untuk melakukan tradisi, tapi ya tidak sedikit juga warga yang akhirnya pulang ke rumahnya kembali setelah diberitahu petugas, diberi pengertian bahwa TPU Karet Bivak ini tutup," kata Saiman.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.