Upaya Anies Cegah Gelombang Kedua Covid-19 di DKI Usai Lebaran

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar Siaran Langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjelaskan grafik kasus COVID-19 di Jakarta, Selasa (19/5/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

    Tangkapan layar Siaran Langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjelaskan grafik kasus COVID-19 di Jakarta, Selasa (19/5/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pengetatan orang yang akan masuk ke Jakarta terutama arus balik lebaran dalam mencegah potensi gelombang kedua Covid-19 atau virus Corona.

    Anies Baswedan mengatakan puluhan juta warga di Jabodetabek khususnya di Jakarta telah berusaha keras dalam menekan penularan Covid 19. Dia berharap agar kerja keras tersebut tidak sia-sia karena adanya potensi gelombang kedua Covid-19.

    "Kita tidak ingin ini kerja keras kita batal karena muncul gelombang baru penularan Covid-19," ujarnya dalam konferensi daring di BNPB, Senin sore 25 Mei 2020.

    Gubernur Anies mengatakan saat ini kasus Covid-19 di Jakarta menunjukan perkembangan yang siginifikan. Berdasarkan temuan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Reproduction Number atau angka penularan Covid-19 di Jakarta sejak Maret terus menurun hampir menyentuh angka 1.

    Hal tersebut kata Anies, karena hampir 60 persen warga di Jakarta telah berjuang untuk tetap di rumah, mobilitas warga di transportasi publik juga terlihat turun drastis. Menurut dia dengan perkembangan yang signifikan tersebut akan membawa Jakarta ke fase transisi menuju normal yang baru.

    Namun kata Anies, penularan Covid 19 bisa kembali meningkat jika warga tidak disiplin dengan melakukan bepergian termasuk bagi yang ingin masuk ke Jakarta.

    Anies pun menyatakan akan memperketat orang masuk ke Jakarta dengan harus memiliki surat izin. Surat tersebut hanya bisa diurus bagi yang bekerja di 11 sektor yang diizinkan di laman corona.jakarta.go.id

    Anies menegaskan bagi warga yang tidak memiliki surat izin tidak akan dibolehkan untuk masuk ke Jakarta.

    "Bila anda berencana ke Jakarta dan tidak memiliki ketentuan yang telah disebutkan maka tunda dulu keberangkatannya, karena jika anda memaksakan justru nanti anda akan mengalami kesulitan di perjalanan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.