Kualitas Udara Jakarta Lebaran 2020 Terbaik dalam 5 Tahun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara suasana kawasan Bundaran Senayan di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2020. Sejumlah jalan protokol Ibu kota terpantau lancar saat Hari Raya Idul Fitri. ANTARA

    Foto udara suasana kawasan Bundaran Senayan di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2020. Sejumlah jalan protokol Ibu kota terpantau lancar saat Hari Raya Idul Fitri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyatakan bahwa kualitas udara Ibu Kota pada Hari Raya Idulfitri tahun ini paling baik dari lebaran dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

    "Kualitas udara lebaran 2020 paling baik dibandingkan lebaran 5 tahun ke belakang,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andono Warih dalam keterangan tertulis, Senin 25 Mei 2020.

    Andono menyebutkan pada hari Idulfitri Minggu 24 Mei 2020, tercatat konsentrasi PM2,5 di semua lokasi pemantauan kualitas udara menunjukkan angka penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Secara keseluruhan rata-rata PM2,5 sebelum dan saat Idulfitri memenuhi baku mutu PM2,5 (<65 ug/m3).

    Foto udara suasana kawasan Bundaran Senayan di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2020. Sejumlah jalan protokol Ibu kota terpantau lancar saat Hari Raya Idul Fitri. ANTARA

    Selain itu kata Andono, konsentrasi CO menjelang dan saat Idulfitri tahun ini juga menunjukkan angka yang relatif kecil. Hal tersebut terjadi lantaran sumber utama CO dari sektor transportasi sudah berkurang sejak diterapkannya PSBB, sehingga konsentrasi CO sangat rendah dan memenuhi buku mutu (< 9 ug/m3).

    Menurut Andono, kecenderungan selama 5 tahun terakhir selama menjelang Idulfitri dan libur lebaran konsisten terjadi penurunan konsentrasi polutan untuk parameter PM2,5, CO, NO2, SO2 dan O3, namun tahun ini penurunan konsentrasi pencemar udara makin tinggi dari tahun sebelumnya.

    Andono menyebutkan jika dibandingkan lebaran 2019 dengan tahun ini terjadi penurunan pada PM2,5 sebesar 28 persen, PM10 23 persen, CO 8 persen, NO2 13 persen, SO2 4 persen dan O3 41 persen.

    Andono mengatakan pemantauan dilakukan di enam Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) milik Dinas LH, yaitu di Bundaran HI, Jakarta Pusat peruntukan roadside; Kelapa Gading, Jakarta Utara peruntukan permukiman; Jagakarsa, Jakarta Selatan peruntukan permukiman; Lubang Buaya, Jakarta Timur peruntukan permukiman; Kebon Jeruk, Jakarta Barat peruntukan permukiman; dan 3 unit SPKU mobile.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.