Lima dari Enam Aktivis Papua Akhirnya Bebas Hari Ini

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Enam Aktivis Papua, Suryanta Ginting, Ambrosius Mulait, Charles Kossay, dan Dano Anes Tabuni, saat bebas dari Rutan Salemba, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi, 26 Mei 2020. Dokumentasi: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta -Lima dari enam orang aktivis Papua yang dipenjara atas tuduhan percobaan makar akhirnya bebas hari ini, Selasa, 26 Mei 2020.

Pengacara para aktivis Papua, Oky Wiratama, mengatakan Suryanta Ginting, Ambrosius Mulait, Charles Kossay, dan Dano Anes Tabuni bebas dari Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, pukul 10.00 WIB pagi tadi.

Seorang aktivis lainnya yang ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Ariana Elopere, kata Oky, baru akan bebas besok, Rabu, 27 mei 2020.

Oky menjelaskan kalau para aktivis Papua bebas setelah mendapat asimilasi. “Kalau sesuai waktu (vonis hakim) awal Juni,” ucap dia saat Tempo hubungi lewat pesan pendek.

Dalam kasus makar Papua ini, jumlah terpidana yang dijatuhi vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat adalah enam orang. Selain kelima orang yang batal bebas pada Selasa lalu, ada satu narapidana bernama Issay Wenda yang sudah dibebaskan dengan mekanisme asimilasi pada 28 April 2020.

Pada 24 April 2020 lalu, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan keenam aktivis Papua tersebut bersalah melanggar Pasal 106 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Arina Elopere, Paulus Suryanta Ginting, Charles Kossay, Ambrosius Mulait, dan Anes Tabuni dijatuhi hukuman penjara selama 9 bulan. Sementara Issay Wenda dihukum lebih ringan yakni 8 bulan penjara.

Sebelumnya, para aktivis Papua seharusnya bebas pada 12 Mei 2020. Namun, pembebasan mereka batal secara tiba-tiba. Michael Hilman yang juga merupakan pengacara para aktivis, mengatakan bahwa pembatalan itu didasari alasan vonis kelimanya memiliki unsur kejahatan terhadap negara.

Padahal menurut Michael, sehari sebelum dijadwalkan bebas atau 11 Mei 2020, petugas di Rutan Salemba dan Pondok Bambu menyatakan perihal administrasi kelima kliennya sudah lengkap dan memenuhi syarat.

ADAM PRIREZA | M YUSUF MANURUNG






RKUHP Disahkan di Tingkat I, Wamenkumham: Tidak Mungkin Puaskan Semua Pihak

24 November 2022

RKUHP Disahkan di Tingkat I, Wamenkumham: Tidak Mungkin Puaskan Semua Pihak

Komisi Hukum DPR bersama pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM menyepakati RKUHP di pembahasan tingkat I.


Filep Karma Aktivis Kemerdekaan Papua Dikabarkan Meninggal

1 November 2022

Filep Karma Aktivis Kemerdekaan Papua Dikabarkan Meninggal

Filep Karma seorang aktivis kemerdekaan Papua, Selasa pagi 1 November 2022 sekitar pukul 07.00 WIT ditemukan warga meninggal di Pantai Bse


Kisah Trias yang Menjadi Guru Penggerak di Papua

8 Juli 2022

Kisah Trias yang Menjadi Guru Penggerak di Papua

Trias, salah satu guru penggerak di SMA Yayasan Pendidikan Kristen Diaspora Kotaraja, Jayapura, Papua menceritakan pengalamannya ketika mengajar.


Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

7 Juni 2022

Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Baraja ditangkap di Lampung oleh tim Polda Metro Jaya.


3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

7 Juni 2022

3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

Polda Jawa Tengah menjerat tiga pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin yang bertanggung jawab atas pembagian pamflet pendirian khilafah.


Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

3 Juni 2022

Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

Sultan Hamid II perancang lambang negara Indonesia. Pada akhir kisah hidupnya, ia pernah dituduh makar dan dianggap bersekongkol dengan Westerling.


Bukti Baru Kasus Teror Rumah Veronica Koman

13 November 2021

Bukti Baru Kasus Teror Rumah Veronica Koman

Polres Metro Jakarta Barat juga masih menunggu hasil Puslabfor terhadap pemeriksaan bahan peledak di rumah orang tua Veronica Koman.


Bercak Merah dalam Ledakan di Rumah Orang Tua Veronica Koman Adalah Cat

8 November 2021

Bercak Merah dalam Ledakan di Rumah Orang Tua Veronica Koman Adalah Cat

Selain ledakan, secarik kertas berisi ancaman juga ditemukan di rumah orang tua Veronica Koman.


Dugaan Sementara Polisi soal Ledakan di Rumah Orang Tua Veronica Koman: Petasan

8 November 2021

Dugaan Sementara Polisi soal Ledakan di Rumah Orang Tua Veronica Koman: Petasan

Jenis ledakan di rumah orang tua aktivis HAM, Veronica Koman, belum disampaikan polisi. Bahan peledak masih diuji di laboratorium forensik.


Polisi Belum Bisa Pastikan Ledakan di Rumah Orang Tua Veronica Koman Adalah Bom

8 November 2021

Polisi Belum Bisa Pastikan Ledakan di Rumah Orang Tua Veronica Koman Adalah Bom

Ledakan di rumah orang tua Veronica Koman di Jelambar terjadi pada Minggu pagi, sekitar pukul 10.45. Ditemukan secarik kertas berisi ancaman.