H+3 Lebaran 2020, Kabupaten Bogor Nihil Kasus Corona

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat menunjukkan hasil swab penumpang KRL Commuterline usai menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas saat menunjukkan hasil swab penumpang KRL Commuterline usai menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengumumkan tidak menemukan kasus baru virus corona atau Covid-19 selama tiga hari berturut-turut sejak hari pertama Lebaran 2020 atau Idul Fitri 1441 Hijriah. "Tidak ada tambahan kasus positif baru, sembuh maupun meninggal," kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Mei 2020. 

    Kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bogor secara berturut-turut nihil, juga sempat terjadi pada Rabu dan Kamis pekan lalu. Padahal, saat itu angka penularan Covid-19 di tingkat nasional sedang mengalami peningkatan.

    Hingga Selasa, 26 Mei 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat ada tujuh pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal. Sehingga jumlahnya menjadi 91 PDP meninggal dunia.

    Lalu ada sebanyak 180 pasien Corona di Kabupaten Bogor. Sebanyak 40 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan 12 orang lainnya dilaporkan meninggal.

    Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 1.534 orang dalam pemantauan (ODP), 1.301 di antaranya sudah selesai dipantau. Lalu ada 1.516 pasien dalam pengawasan (PDP) dengan 1.112 di antaranya sudah selesai diawasi.

    Ade Yasin yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu menyebutkan sebanyak 180 pasien Corona berdomisili di 19 kecamatan.

    Dari 19 kecamatan, Gunung Putri merupakan wilayah dengan pasien Corona terbanyak, yakni 30 orang. Kemudian wilayah terbanyak kedua, yaitu Kecamatan Cileungsi, dengan 25 pasien Corona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.