Perpanjang PSBB Sampai 4 Juni 2020, Bogor Siapkan New Normal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor Bima Arya saat melakukan kunjungan dan meninjau kesiapan RT/RW siaga Covid dan siap antisipasi pemudik nakal yang datang ke kota Bogor, Kamis 21 Mei 2020. Dok. Humas Pemkot

    Wali Kota Bogor Bima Arya saat melakukan kunjungan dan meninjau kesiapan RT/RW siaga Covid dan siap antisipasi pemudik nakal yang datang ke kota Bogor, Kamis 21 Mei 2020. Dok. Humas Pemkot

    TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kota Bogor mempersiapkan tatanan kenormalan baru atau New Normal dengan memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Perpanjangan PSBB yang disebut PSBB transisi itu berlangsung dari 27 Mei-4 Juni 2020. 

    "Perpanjangan PSBB yakni PSBB transisi sampai 4 Juni mendatang, karena masih harus mengantisipasi arus mudik yang masuk ke Kota Bogor," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, melalui pernyataan tertulisnya di Kota Bogor, Rabu 27 Mei 2020.

    Menurut Bima Arya, berdasarkan analisis dan masukan dari pakar epidemiologi, Kota Bogor sudah bisa mempersiapkan fase tatanan New Normal atau kenormalan baru. Pertimbangannya, kurva Covid-19 di Kota Bogor terus melandai sejak penerapan dari PSBB tahap I sampai PSBB tahap III.

    "Dalam tiga hari terakhir, tidak ada kasus positif Covid-19. Angka reproduksi (RO) sudah di bawah satu, yakni 0,74. Dengan indikator tersebut, Kota Bogor dikatakan sudah bisa mempersiapkan fase tatanan normal baru," tuturnya.

    Namun, Pemerintah Kota Bogor tetap waspada dan tidak ingin lengah, karena cukup banyaknya pemudik dan arus orang masuk dan keluar di Kota Bogor yang dapat berpotensi terjadi transmisi lokal penyebaran COVID-19.

    Karena itu, kata dia, pada penerapan PSBB transisi, Pemerintah Kota Bogor memperketat pengawasan pergerakan orang masuk dan keluar Kota Bogor di perbatasan dan di dalam Kota Bogor.

    Bima Arya menambahkan, Pemerintah Kota Bogor saat ini juga sedang menyusun rumusan Peraturan Wali Kota untuk landasan hukum panduan protokol kesehatan baru di Kota Bogor.

    "Jika kurva kasus positif COVID-19 terus melandai, protokol kesehatan baru ini akan berlaku setelah 4 Juni 2020. Dalam aturan yang sedang dirumuskan itu akan mengatur protokol kesehatan di semua bidang," ucapnya.

    Menurut Bima, sejak diberlakukannya PSBB transisi, pasar dan toko non-pangan, serta rumah makan diizinkan untuk buka tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan, jaga jarak fisik, dan pembatasan kapasitas pengunjung.

    Di sisi lain, untuk penanganan COVID-19 jangka panjang, Pemerintah Kota Bogor juga memberdayakan rumah ibadah untuk diaktifkan dalam memberikan edukasi dan bantuan bagi warga.

    "Memperkuat apa yang sudah dilakukan aparatur wilayah, sosialisasi bisa dilakukan di lingkungan masjid, baik secara tatap muka terbatas dengan tetap menjaga jarak atau dengan menggunakan pengeras suara," imbuhnya.

    Dalam menghadapi New Normal, Pemerintah Kota Bogor juga menginstruksikan kepada kelurahan di Kota Bogor untuk mengaktifkan dapur umum untuk membantu warga tidak mampu dan terdampak COVID-19. "Masjid diharapkan bisa ikut berperan dalam menyalurkan bantuan logistik bagi warga dhuafa," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.