Gubernur Larang Pencari Kerja Datang ke Banten: Sulit Lowongan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lowongan pekerjaan. ANTARA/R. Rekotomo

    Ilustrasi lowongan pekerjaan. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur Banten Wahidin Halim melarang para pencari kerja  berspekulasi untuk datang ke Banten saat ini. Akibat pandemi Covid-19 banyak tenaga kerja di Banten yang masih dirumahkan. "Jangan mencari kerja di Banten. Saat ini Banten sedang sulit lowongan kerja," kata Wahidin Halim, Kamis 28 Mei 2020.

    Sebagai informasi, Data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten pada tanggal 20 Mei 2020 menunjukkan: sebanyak 27.569 karyawan dirumahkan. Sementara jumlah karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK mencapai 17.298 orang. Sedangkan jumlah perusahaan yang tutup mencapai 59 perusahaan.

    Imbauan Gubernur Wahidin Halim itu untuk antisipasi pendatang baru atau pencari kerja ke Banten yang mengiring arus balik lebaran. Dijelaskan, dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pihaknya tidak menutup atau menghentikan aktivitas produksi pada industri. Namun demikian, industri harus melaksanakan protokol kesehatan dalam proses produksinya. Sehingga berdampak pada jumlah dan jam kerja karyawan.

    Sementara itu, pemerintah akan menerapkan new normal Corona di Kabupaten Tangerang. Terkait itu, Polda Banten menerjunkan sebanyak 885 personil gabungan untuk mengawal penerapan kenormalan baru itu.

    Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan Polda Banten sudah merumuskan konsep peningkatan pengamanan PSBB Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan personil TNI, Polri, Satpol PP dan dinkes ke titik-titik keramaian masyarakat. "Kekuatan 885 personil gabungan itu dengan rincian 535 anggota Polri, 200 anggota TNI, 150 dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang," kata Edy, Kamis.

    Personil tersebut akan disebar ke titik keramaian seperti mal, pasar modern, pasar tradisional, rumah makan, stasiun kereta, hotel terminal, bahkan di objek wisata. Personil akan memastikan masyarakat memakai masker dan jaga jarak fisik.

    "Personel itu sebenarnya sudah dikerahkan sejak operasi Ketupat Kalimaya dan operasi terkait penanganan Covid19. Namun, dengan akan diterapkannya new normal personil juga akan memastikan protokol kesehatan diterapkan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.