Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca di Rumah Warga

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Damkar Jakarta Timur berpose dengan tangkapan ular sanca batik sepanjang 3,5 meter dari salah satu rumah makan, di Jalan Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu, 17 Mei 2020. ANTARA/HO-Damkar Jaktim

    Petugas Damkar Jakarta Timur berpose dengan tangkapan ular sanca batik sepanjang 3,5 meter dari salah satu rumah makan, di Jalan Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu, 17 Mei 2020. ANTARA/HO-Damkar Jaktim

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jakarta Selatan berhasil mengevakuasi ular sanca batik yang bersembunyi dalam paralon rumah warga di Jalan Timbul Raya, Kelurahan Cipedak, Kamis dini hari, 28 Mei 2020.

    "Sekitar pukul 00.10 WIB pagi tadi kita evakuasi ular sanca batik sepanjang kurang lebih tiga meter di Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa," kata Sugianta, Kepala Peleton Grup B sektor X Jagakarsa Damkar Jakarta Selatan.

    Ular tersebut dilaporkan oleh Adi Pribadi yang melihat ular sanca pertama kali. Ia melihat ular sanca batik melingkar di atas pagar samping rumahnya di Jalan Timbul Raya A3 Nomor 15 RT 009 RW 06.

    Adi lalu menelepon petugas Damkar Jakarta Selatan sektor Jagakarsa, setelah melihat ular tersebut kabur dan menghilang ke arah kebon kosong yang ada di sebelah rumahnya di tengah malam. Sebanyak lima petugas evakuasi kemudian dikerahkan ke lokasi.

    Setibanya di lokasi petugas mencari ular tersebut di kebon kosong di sebelah rumah pelapor. Pencarian dilakukan di tengah malam dengan penuh kesabaran petugas menyisir kebon kosong tersebut. "Salah satu petugas Damkar melihat ular tersebut berada di dalam potongan paralon ukuran empat inci yang berada di saung yang sudah tidak terpakai," kata Sugiyanta.

    Lalu petugas membawa paralon berisi ular tersebut keluar area kebon kosong untuk mengevakuasi ular sanca batik tersebut. "Alhamdulillah ular sanca batik dapat di evakuasi oleh tim Damkar sektor X Jagakarsa grup Bandung," kata Sugiyanta. Ular sanca tersebut kini diamankan di pos Damkar sektor X untuk ditampung sementara, sembari menunggu dievakuasi oleh pencinta reptil untuk dirawat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.